Mahasiswa Universitas Pertamina kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Muhammad Hasyim Hudoyo dari Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2024 bersama Muzaki Ahmad Fathir dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2024 berhasil meraih Silver Medal melalui inovasi bertajuk MOPI (Mangrove Optimization Platform with IoT) pada ajang Malang Edufest 2026.
Prestasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir dan upaya mitigasi perubahan iklim. Data dari Kementerian Kehutanan tahun 2025, Indonesia memiliki sekitar 3,44 juta hektare hutan mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia.
Besarnya luasan tersebut menjadikan Indonesia memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sekaligus memanfaatkan potensinya sebagai penyerap karbon alami, pelindung wilayah pesisir dari abrasi, dan pendukung ketahanan ekosistem di tengah ancaman perubahan iklim.
Melihat besarnya potensi sekaligus tantangan pengelolaan mangrove di Indonesia, Hasyim dan Muzaki mengembangkan MOPI sebagai platform berbasis Internet of Things (IoT) yang mendukung pemantauan kondisi ekosistem mangrove secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan. Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi sensor dan sistem monitoring digital untuk mengumpulkan data lingkungan secara real-time sehingga kondisi ekosistem dapat dipantau secara lebih terukur dan berbasis data.
Melalui pendekatan tersebut, MOPI tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan kawasan mangrove. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan berbagai pihak memperoleh informasi lingkungan secara lebih cepat sehingga upaya konservasi dapat dilakukan secara lebih responsif dan efektif.
Keunggulan inovasi ini juga terletak pada kolaborasi lintas disiplin antara bidang lingkungan dan teknologi. Sinergi keilmuan antara mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik Elektro memungkinkan lahirnya solusi yang tidak hanya memahami kebutuhan konservasi ekosistem, tetapi juga mampu menghadirkan sistem pemantauan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
Muhammad Hasyim Hudoyo menjelaskan bahwa ide pengembangan MOPI berangkat dari kebutuhan akan sistem pemantauan lingkungan yang lebih adaptif dan mudah diterapkan di lapangan. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan apabila dirancang sesuai dengan kebutuhan ekosistem yang akan dilindungi.
“Kami melihat bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pelestarian lingkungan. Melalui MOPI, kami ingin menghadirkan sistem yang dapat membantu pemantauan kondisi mangrove secara lebih terukur sehingga pengelolaan ekosistem dapat dilakukan secara lebih tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa solusi terhadap tantangan lingkungan dapat lahir dari kolaborasi lintas disiplin. Kami berharap MOPI dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi bagi pengelolaan ekosistem pesisir di Indonesia,” tutupnya.
Malang Edufest 2026 sendiri merupakan ajang inovasi dan kompetisi pendidikan tingkat nasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM), PT Riset Juara Abadi, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, serta didukung oleh Pemerintah Kota Malang.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga masyarakat umum untuk menghadirkan gagasan dan solusi inovatif yang menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Prestasi yang diraih Hasyim dan Muzaki mencerminkan komitmen mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi dengan keberlanjutan lingkungan. Selain memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus, capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat menghasilkan solusi yang relevan untuk menjawab tantangan lingkungan masa depan.
Prestasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan teknologi yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Mengingat mangrove merupakan salah satu ekosistem penyerap karbon yang efektif, pemanfaatan sistem pemantauan berbasis IoT seperti MOPI berpotensi mendukung pengelolaan dan perlindungan kawasan mangrove secara lebih optimal sehingga kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon dapat terus terjaga.
Selain itu, inovasi MOPI juga mendukung SDG 14 tentang Ekosistem Lautan melalui penguatan upaya konservasi dan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Ketersediaan data lingkungan secara real-time dapat membantu berbagai pemangku kepentingan dalam memantau kesehatan ekosistem mangrove, melindungi keanekaragaman hayati pesisir, serta meningkatkan ketahanan kawasan pantai terhadap abrasi dan berbagai tekanan lingkungan lainnya. [MV]