ID / EN
Berita Kampus

GGINP Indonesia Ajak Generasi Muda Rumuskan Kebijakan untuk Perkuat Transformasi Industri Bioetanol Berkelanjutan


Published by: Universitas Pertamina Senin, 10 Agustus 2026
Dibaca: 14 kali
Makassar, 23 Juli 2026 – Pemerintah terus memperkuat pengembangan bioetanol sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi dan transisi menuju energi yang lebih bersih. Melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel), pemerintah menargetkan peningkatan produksi bioetanol hingga sedikitnya 1,2 juta kiloliter per tahun pada 2030. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, diperlukan kebijakan yang mampu memperkuat keterhubungan antara ketersediaan bahan baku, kesiapan teknologi dan infrastruktur, serta efisiensi dalam rantai pasok.

Menjawab kebutuhan tersebut, Global Greenchem Innovation and Network Programme Indonesia (GGINP) Indonesia melalui Universitas Pertamina resmi meluncurkan Greenovate Challenge 2026: Green Chemistry Policy Challenge, sebuah program pengembangan kapasitas yang mengajak generasi muda lintas disiplin untuk merumuskan rekomendasi kebijakan guna memperkuat industri bioetanol di Indonesia.

Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, Greenovate Challenge 2026 tidak hanya berfokus pada perlombaan ide. Program ini dirancang sebagai ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas yang mempertemukan peserta dengan akademisi, praktisi, dan mentor industri untuk menghasilkan solusi yang implementatif. Melalui program ini, peserta akan menyusun policy brief, mengembangkan rekomendasi kebijakan berbasis riset, bekerja dalam tim multidisiplin, serta memperoleh pendampingan untuk memastikan gagasan yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan industri.

Peluncuran Greenovate Challenge 2026 dilaksanakan di Hotel Harper Perintis Makassar dalam rangkaian “Green Chemistry for Industrial Excellence (GCIE) Makassar 2026”. Kegiatan tersebut menandai dibukanya pendaftaran peserta dari seluruh Indonesia sekaligus memperkuat komitmen GGINP Indonesia dalam membangun ekosistem kolaborasi antara dunia akademik, industri, pemerintah, dan generasi muda untuk mendukung transformasi industri hijau.

Director of Accelerator Program GGINP Indonesia, Paramita Jaya Ratri, mengatakan Greenovate Challenge dirancang untuk mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan nyata industri bioetanol nasional.

“Greenovate Challenge 2026 tidak hanya mengajak peserta untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan memahami persoalan industri secara menyeluruh. Kami ingin mendorong peserta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang inovatif, realistis, dan dapat diimplementasikan untuk mendukung pengembangan industri bioetanol Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ujar Paramita.

Greenovate Challenge 2026 mengangkat tema “Mendorong Ketahanan Industri Bioetanol Berkelanjutan melalui Kepastian Bahan Baku, Teknologi dan Infrastruktur, serta Rantai Pasok.” Tema tersebut dipilih karena pengembangan industri bioetanol memerlukan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, kesiapan teknologi produksi, hingga sistem distribusi yang efisien dari hulu ke hilir.

Melalui Greenovate Challenge 2026, peserta akan mengembangkan solusi berbasis tiga fokus utama, yaitu penguatan ketahanan bahan baku, pengembangan teknologi dan infrastruktur, serta optimalisasi logistik dan rantai pasok. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat memperkuat daya saing industri bioetanol nasional.

Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun, baik pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi, komunitas, maupun masyarakat umum dari berbagai disiplin ilmu. Peserta tidak harus memiliki latar belakang kimia karena tantangan industri bioetanol membutuhkan perspektif multidisiplin, mulai dari teknik, pertanian, ekonomi, kebijakan publik, hukum, lingkungan, logistik, komunikasi, hingga bisnis.

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian capacity building, pembentukan tim multidisiplin, pendampingan bersama mentor industri dan akademisi, serta policy hackathon hingga penyusunan policy brief dan presentasi rekomendasi kebijakan di hadapan dewan juri.

Project Director GGINP Indonesia, Teuku Muhammad Roffi, menilai kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci untuk mempercepat transformasi menuju industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

"Transformasi industri membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui Greenovate Challenge 2026, kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu diterapkan sebagai rekomendasi kebijakan untuk pengembangan industri bioetanol Indonesia," ujar Teuku.

Melalui Greenovate Challenge 2026, GGINP Indonesia berharap lahir berbagai policy brief dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan industri bioetanol nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan generasi muda dalam mendorong transformasi menuju industri yang lebih hijau, inovatif, dan berkelanjutan.

Pendaftaran Greenovate Challenge 2026 dibuka pada 24 Juli–18 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, serta mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi GGINP Indonesia.

Upaya mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan untuk memperkuat industri bioetanol melalui Greenovate Challenge 2026 juga sejalan dengan semangat Asta Cita ke-5, yakni mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Penguatan industri bioetanol tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan bahan baku, teknologi, infrastruktur, hingga rantai pasok secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan generasi muda melalui pengembangan rekomendasi kebijakan menjadi bagian penting dalam menyiapkan gagasan dan sumber daya manusia yang dapat mendukung transformasi industri nasional.

Inisiatif ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan bahan bakar nabati sebagai bagian dari diversifikasi energi dan transisi menuju energi yang lebih bersih, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi, teknologi, dan infrastruktur yang mendukung pengembangan industri bioetanol. Pendekatan yang menempatkan keberlanjutan bahan baku, efisiensi rantai pasok, dan pengembangan teknologi secara terintegrasi turut memperkuat relevansinya dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam mendorong sistem produksi industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Keterlibatan Universitas Pertamina melalui GGINP Indonesia dalam Greenovate Challenge 2026 menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri dan kebijakan. Melalui ruang belajar dan kolaborasi lintas disiplin, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada lahirnya gagasan, tetapi turut mendorong terciptanya solusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi penguatan ekosistem industri hijau di Indonesia. Upaya tersebut mencerminkan komitmen Universitas Pertamina untuk terus menghadirkan kontribusi yang relevan melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. [ZA]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved