Makassar, 24 Juli 2026 – Industri kimia memasok sekitar 72% kebutuhan bahan baku sektor manufaktur nasional dan menjadi salah satu pilar penting bagi pertumbuhan industri Indonesia. Di tengah tantangan efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan daya saing global, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta penerapan prinsip kimia hijau menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi industri.
Menjawab kebutuhan tersebut, Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) Indonesia bersama Universitas Pertamina mempertemukan 50 pelaku industri dari 31 perusahaan dan institusi dalam Green Chemistry for Industrial Excellence (GCIE) Makassar 2026 guna memperkuat implementasi kimia hijau di sektor industri.
GCIE Makassar 2026 diselenggarakan pada 23-24 Juli 2026 di Hotel Harper Perintis Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri hijau yang didorong oleh Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan ini, pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan startup dipertemukan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas, serta mendorong penerapan prinsip kimia hijau yang lebih implementatif di berbagai sektor industri.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti seminar, focus group discussion (FGD), lokakarya ideasi, serta presentasi hasil diskusi. Tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip kimia hijau, peserta juga mengidentifikasi tantangan di institusi masing-masing serta menyusun gagasan awal penerapan yang dapat dikembangkan menjadi solusi nyata setelah kegiatan.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Djoko Triyono, mengatakan GCIE Makassar 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat transformasi industri melalui penerapan kimia hijau yang lebih implementatif.
“GCIE Makassar 2026 tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas pelaku industri dalam mengidentifikasi peluang penerapan kimia hijau. Harapannya, setiap peserta dapat membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di institusinya sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan efisiensi dan keberlanjutan industri,” ujar Prof. Djoko.
Kimia hijau merupakan pendekatan yang menekankan pencegahan limbah sejak awal proses produksi melalui penggunaan bahan yang lebih aman, efisiensi energi dan sumber daya, serta pengembangan proses yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Pendekatan ini tidak selalu membutuhkan investasi teknologi berskala besar, tetapi dapat dimulai melalui penyempurnaan proses produksi, optimalisasi penggunaan bahan baku, penghematan energi, serta pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Direktur Industri Kimia Hijau Kementerian Perindustrian, Wiwik Pudjiastuti, menegaskan bahwa transformasi industri hijau membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kolaborasi Universitas Pertamina melalui GGINP Indonesia dengan berbagai institusi dalam penyelenggaraan GCIE merupakan langkah yang sangat baik. Sinergi multipihak menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi industri nasional menuju sistem produksi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Wiwik.
Komposisi peserta mencerminkan kolaborasi tersebut, dengan 25 peserta berasal dari sektor industri, 19 dari kalangan akademisi, lima dari instansi pemerintah, dan satu dari startup. Dominasi peserta dari dunia industri menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan akan penerapan kimia hijau sebagai strategi untuk memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjawab tuntutan keberlanjutan.
Melalui FGD dan lokakarya ideasi, peserta menghasilkan pemetaan awal peluang penerapan kimia hijau di institusi masing-masing. Berbagi gagasan tersebut dipresentasikan untuk memperoleh masukan dari narasumber dan fasilitator, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan inovasi yang lebih aplikatif.
GCIE Makassar 2026 menegaskan bahwa penerapan kimia hijau bukan hanya berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing industri melalui efisiensi penggunaan bahan baku, penghematan energi, pengurangan limbah, peningkatan keselamatan kerja, serta inovasi dalam proses produksi. Dengan mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra internasional, GGINP Indonesia berharap lahir lebih banyak inisiatif kolaboratif yang mampu mempercepat transformasi industri hijau serta memperkuat daya saing industri nasional secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan GCIE Makassar 2026 merupakan hasil kolaborasi GGINP Indonesia dan Universitas Pertamina bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Center for Green Chemistry & Green Engineering at Yale, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), serta Global Environment Facility (GEF).
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, peran Universitas Pertamina dalam GCIE Makassar 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Penerapan prinsip kimia hijau mendorong industri untuk mengembangkan proses produksi yang lebih efisien, inovatif, serta mampu mengurangi penggunaan sumber daya dan timbulan limbah.
Upaya tersebut juga mendukung Asta Cita ke-5, yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, melalui penguatan kapasitas industri dan pengembangan praktik produksi yang lebih berkelanjutan.
Bagi Universitas Pertamina, keterlibatan dalam GCIE Makassar 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat UPER Berdampak dan kontribusi nyata melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra internasional. Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penyebarluasan pengetahuan mengenai kimia hijau, Universitas Pertamina turut mendorong lahirnya praktik industri yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak positif perguruan tinggi bagi pengembangan industri dan masyarakat. [ZA]
Kontak Media:
Zikri Anugrah Harahap
Media Coordinator GGINP Indonesia
Universitas Pertamina
Email: gginp@universitaspertamina.ac.id