ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Jadi Tuan Rumah FPPGI 2026, Rumuskan Arah Implementasi Capstone Design Pendidikan Geofisika


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 11 Agustus 2026
Dibaca: 21 kali
Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin kompleks menuntut lulusan Teknik Geofisika memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teori. Mahasiswa perlu dibekali pengalaman mengintegrasikan ilmu dasar, pengetahuan teknis, teknologi, serta kemampuan memecahkan persoalan nyata. Tantangan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus menyelaraskan proses pembelajaran dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.

UNESCO melalui Engineering for Sustainable Development Report (2021) menekankan pentingnya transformasi pendidikan teknik agar mampu menghasilkan insinyur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mendorong inovasi, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, penerapan Outcome-Based Education (OBE) dan pembelajaran berbasis Capstone Design menjadi salah satu pendekatan untuk memastikan proses pendidikan berorientasi pada capaian kompetensi lulusan.

Upaya memperkuat penerapan pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus Forum Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia (FPPGI) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pertamina. Melalui lokakarya bertajuk “Capstone Design dan Basic Science dalam Perspektif Akreditasi LAM untuk Geofisika”, Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina bersama para penyelenggara pendidikan Teknik Geofisika membahas penyamaan persepsi mengenai implementasi Capstone Design sebagai bagian dari penguatan OBE sekaligus peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Lokakarya yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina ini diikuti sekitar 50 peserta. Kegiatan menghadirkan Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., Wakil Rektor I Universitas Trisakti sekaligus Asesor LAM Teknik, sebagai narasumber utama.

Dalam pendidikan teknik, Capstone Design dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa studi ke dalam penyelesaian persoalan yang lebih komprehensif. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan bagi Teknik Geofisika yang memiliki karakter multidisiplin dan erat dengan pemanfaatan teknologi dalam memahami serta menyelesaikan persoalan kebumian.

Karena itu, pembahasan dalam FPPGI 2026 tidak hanya berfokus pada keberadaan Capstone Design dalam kurikulum, tetapi juga bagaimana pembelajaran tersebut dirancang agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) dan karakteristik pendidikan Teknik Geofisika.

Selama dua hari, peserta membahas sejumlah aspek implementasi Capstone Design, mulai dari definisi dan konsep dasar, tujuan penyelenggaraan dalam mendukung OBE, penentuan bobot SKS, penempatan mata kuliah dalam struktur kurikulum, hingga model implementasi yang sesuai dengan karakteristik Program Studi Teknik Geofisika dan kriteria akreditasi LAM Teknik.

Pembahasan tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan pendidikan berbasis capaian tidak berhenti pada penyusunan kurikulum, tetapi juga membutuhkan keselarasan antara proses pembelajaran, pengalaman mahasiswa, serta kompetensi yang hendak dihasilkan. Dengan demikian, Capstone Design diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi di dunia profesional.

Dalam paparannya, Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur menegaskan pentingnya kesamaan persepsi antarpenyelenggara pendidikan dalam memastikan implementasi Capstone Design berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan.

“Lokakarya FPPGI 2026 merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi dalam implementasi Capstone Design, memperkuat Outcome-Based Education, dan menghasilkan lulusan Teknik Geofisika yang siap menjawab tantangan industri serta memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional,” ujarnya.

Salah satu nilai strategis dari pelaksanaan FPPGI 2026 terletak pada hasil pembahasannya. Forum menghasilkan dua capaian utama, yaitu kesepakatan bersama mengenai konsep Capstone Design pada Program Studi Teknik Geofisika serta tersusunnya draft pedoman implementasi Capstone Design FPPGI.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman yang lebih selaras mengenai penerapan Capstone Design di lingkungan pendidikan Teknik Geofisika. Sementara itu, draft pedoman yang dihasilkan dapat menjadi pijakan untuk pembahasan lebih lanjut mengenai implementasi Capstone Design sesuai karakteristik masing-masing perguruan tinggi.

Lebih jauh, upaya penyelarasan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan Teknik Geofisika di Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih terarah, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analitis, integrasi pengetahuan, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan profesi.

Bagi Universitas Pertamina, penyelenggaraan FPPGI 2026 menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam membangun ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarpenyelenggara pendidikan. Kehadiran forum di lingkungan Universitas Pertamina juga memperkuat posisi kampus sebagai ruang bertemunya gagasan dan praktik akademik untuk merespons perkembangan kebutuhan pendidikan teknik.

Melalui semangat UPER Berdampak, kontribusi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dalam forum yang mendorong peningkatan mutu pendidikan Teknik Geofisika secara lebih luas. Upaya menyusun kesamaan persepsi dan pedoman implementasi Capstone Design menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi agenda masing-masing perguruan tinggi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas institusi untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri.

Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), forum ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui upaya memperkuat kualitas pembelajaran berbasis capaian kompetensi, sekaligus SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Teknik Geofisika di Indonesia. [AN]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved