ID / EN
Berita Kampus

Dari Es Krim Herbal hingga Aplikasi Olahraga, Tujuh Ide Bisnis Tampil di Final UPER CASE-IB 2026


Published by: Humas UPER Kamis, 5 November 2026
Dibaca: 18 kali
Dari setiap 100 pemuda yang bekerja di Indonesia, sekitar 18 orang menjalankan usaha sendiri atau dengan bantuan pekerja. Angka tersebut tercatat dalam publikasi Statistik Pemuda Indonesia 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024.

Untuk memberi ruang bagi calon wirausaha mengembangkan gagasan bisnis, Universitas Pertamina (UPER) melalui inkubator bisnisnya menyelenggarakan kompetisi UPER CASE-IB 2026. Setelah mengikuti rangkaian pendampingan, tujuh tim finalis mempresentasikan produk dan model bisnis mereka di hadapan juri dan investor. Inovasi yang ditampilkan beragam, mulai dari aplikasi pengelolaan tim olahraga dan es krim berbahan herbal hingga produk perawatan sepatu dari minyak jelantah.

Babak final memberi kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus mendapat masukan dari praktisi industri mengenai model bisnis yang mereka susun. Sesi tersebut menghadirkan Irendra Radjawali (CEO Matadata Indonesia), Devasari Rahmawati (CEO Faber Instrument Indonesia), Edric Chandra (Program Initiator DSC), Syahda Maulida Praditya (INTRA Lead & Advisory Associate), dan Aldo Raventio Adam (Associate Investment and ESG SPIL Ventures).

Empat Inovasi Raih Penghargaan

SUP.SPORTS, aplikasi yang dirancang untuk membantu pengelola tim olahraga menata kegiatan tim, meraih penghargaan Tim Terbaik 1 senilai Rp25 juta. Aplikasi ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi UPER, yaitu Dzikri Abdul Aziz, Shahira Auliya Lim, dan Meta Khatimah Hani.

Penghargaan Tim Terbaik 2 senilai Rp16,5 juta diraih PureChill melalui inovasi es krim berbahan herbal. Produk ini dikembangkan oleh Astika Nurulia Rahmi dan Bagus Tri Pamungkas dari Teknik Lingkungan bersama Ni Komang Merin Rosa dan Annisa Angie Muliadi dari Teknik Geofisika.

Geonic meraih penghargaan Tim Terbaik 3 senilai Rp12,5 juta dengan perangkat lunak untuk mengolah data magnetik dan gravitasi dalam bidang geofisika. Tim ini beranggotakan dosen Teknik Geofisika Ir. Soni Satiawan, S.T., M.Sc., IPM., bersama Muh. Zulfikar Husen, Muhammad Wildi N. I., Al-Farras Yudha.R., dan Izzan Praditya S. Sementara itu, penghargaan Juara Harapan diraih Pandawa AgroFarm, usaha melon Jepang premium yang dikembangkan oleh Subuh Faiq Ardiansyah dari Program Studi Teknik Mesin.

Tiga finalis lainnya membawa gagasan dari bidang layanan pelanggan, pendidikan, dan pemanfaatan limbah. Diuk Solution mengembangkan platform otomasi layanan pelanggan berbasis kecerdasan buatan. Pondok Tahfidz menawarkan platform pendidikan Al-Qur’an yang berfokus pada tahsin dan tahfidz, sedangkan Resoleve memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan untuk produk perawatan sepatu.

Melalui kompetisi ini, UPER Berdampak mendukung calon wirausaha untuk mengembangkan produk, menyusun model bisnis, dan mendapat masukan langsung dari praktisi. Pendampingan tersebut sejalan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. (IH)

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved