Kesiapan menghadapi industri energi tidak hanya membutuhkan pemahaman akademik, tetapi juga pengalaman praktis dan kemampuan berkolaborasi lintas budaya. Hal ini menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor energi global yang menuntut kompetensi dan perspektif multidisipliner.
International Energy Agency (IEA) melalui laporan World Energy Employment 2025 mencatat bahwa sektor energi global mempekerjakan sekitar 76 juta orang pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran sektor energi dalam perekonomian sekaligus pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan kompetensi yang relevan.
Merespons kebutuhan tersebut, Society of Petroleum Engineers Universitas Pertamina Student Chapter (SPE UP SC) berkolaborasi dengan Society of Petroleum Engineers Universiti Malaysia Sabah Student Chapter (SPE UMS SC) menyelenggarakan SPE VIBE 1.0 bertajuk “Bridging Cultures, Shaping Futures”. Berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 di Universitas Pertamina (UPER), kegiatan ini menghadirkan 45 peserta yang terdiri atas pengurus kedua organisasi, dosen, serta tamu undangan dari industri energi.
Salah satu agenda utama SPE VIBE 1.0 adalah kunjungan lapangan (field trip) ke Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai industri panas bumi di Indonesia serta mengunjungi museum PGE Kamojang untuk mengenal perkembangan dan pemanfaatan energi panas bumi.
Selain mendapatkan paparan langsung mengenai industri, peserta juga mengikuti seminar yang membahas simulasi reservoir dalam industri minyak dan gas bumi. Sesi ini menghadirkan Alshavira Rizka Putri Susiyadi, S.T. dan Dara Ayuda Maharsi, S.T., M.T. sebagai narasumber. Pembahasan tersebut memperluas wawasan peserta mengenai salah satu aspek teknis dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, SPE VIBE 1.0 juga memberikan ruang bagi kedua organisasi untuk bertukar pengalaman melalui kegiatan benchmarking. Sesi ini menjadi kesempatan bagi SPE UP SC dan SPE UMS SC untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan organisasi, program kerja, serta pengalaman dalam menjalankan kegiatan kemahasiswaan.
Dimensi kolaborasi lintas negara semakin diperkuat melalui kegiatan cultural exchange. Peserta diajak mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia. Pengalaman ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman antarbudaya sekaligus mempererat hubungan mahasiswa dari kedua negara.
Dara berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan peserta mengenai industri energi sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga.
“Saya harap kegiatan ini membuat semua peserta mendapat banyak wawasan lebih luas tentang dunia oil and gas, dan juga dengan adanya kegiatan ini bisa menjalin hubungan yang erat antar SPE UP SC dan SPE UMS SC,” ujarnya.
Melalui perpaduan pembelajaran industri, penguatan organisasi, dan pertukaran budaya, SPE VIBE 1.0 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring internasional. Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia juga membuka kesempatan untuk saling berbagi perspektif dalam memahami dinamika sektor energi.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan pengalaman belajar di luar ruang kelas, serta poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi lintas negara. Inisiatif ini juga relevan dengan Asta Cita ke-4, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi.
Melalui semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus mendorong mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. SPE VIBE 1.0 menjadi salah satu wujud pembelajaran kolaboratif yang menghubungkan lingkungan akademik, dunia industri, dan jejaring internasional untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan sektor energi. [MP]