ID / EN
Berita Populer

Biar Usaha Makin Praktis, Kenali 5 Jenis Aplikasi yang Bisa Membantu


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 17 September 2026
Dibaca: 30 kali
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia per-tahun 2025 peran UMKM dalam sektor ini berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, dan saat ini jumlah UMKM mencapai 64 juta unit usaha yang menjadikannya penopang utama lapangan kerja di dalam negeri. Meski perannya begitu besar, menjalankan tidak hanya soal menawarkan produk dan mendapatkan pelanggan. 

Pelaku usaha juga perlu memastikan transaksi tercatat, keuangan terkelola, stok tersedia, hingga komunikasi dengan pelanggan berjalan dengan baik. Bagi pelaku UMKM yang masih mengandalkan pencatatan manual, berbagai aktivitas tersebut dapat menyita waktu dan meningkatkan risiko kesalahan. Di tengah perkembangan teknologi, aplikasi digital dapat menjadi alat bantu untuk membuat operasional usaha lebih praktis dan terstruktur. Namun, penggunaan teknologi perlu diiringi kemampuan manajemen agar data yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

5 Jenis Aplikasi untuk Membantu Usaha

1. SI APIK untuk pencatatan keuangan

SI APIK (Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan)
dikembangkan Bank Indonesia untuk membantu UMKM mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan sederhana. Manfaatnya, pelaku usaha bisa memisahkan uang pribadi dan uang usaha serta melihat kondisi untung-rugi. Contohnya, pemilik warung makan mencatat pemasukan harian dan pembelian bahan baku. 

2. Mekari Jurnal untuk akuntansi bisnis

Ketika usaha berkembang, kebutuhan pencatatan keuangan dapat menjadi semakin kompleks. Mekari Jurnal menyediakan perangkat lunak akuntansi berbasis awan yang membantu pengelolaan pembukuan, faktur, rekonsiliasi bank, hingga laporan keuangan. Penggunaan sistem terintegrasi dapat membantu pelaku usaha mengelola informasi keuangan secara lebih terstruktur.

3. Moka POS untuk transaksi penjualan

Kasir digital dapat membantu pelaku usaha mencatat transaksi sekaligus memperoleh gambaran mengenai aktivitas penjualan. Moka POS menyediakan dasbor yang memungkinkan pemilik usaha memantau tren penjualan, jam ramai, dan produk yang banyak terjual. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung keputusan terkait promosi maupun operasional.

4. Olsera untuk pengelolaan stok

Persediaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran usaha. Stok yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan, sedangkan persediaan berlebih dapat membuat modal tertahan. Olsera menyediakan fungsi pengelolaan inventaris yang membantu pelaku usaha memantau pergerakan stok secara lebih teratur.

5. WhatsApp Business untuk komunikasi pelanggan

Hubungan dengan pelanggan menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. WhatsApp Business menyediakan berbagai fitur untuk mendukung komunikasi bisnis, seperti profil bisnis, katalog produk, pesan otomatis, dan quick replies. Fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha memberikan informasi produk serta merespons pelanggan dengan lebih terorganisasi.

Teknologi Perlu Diiringi Kompetensi Manajemen

Berbagai aplikasi tersebut dapat membantu pekerjaan operasional, tetapi teknologi bukan pengganti kemampuan manajemen. Data transaksi, penjualan, stok, maupun keuangan tetap perlu dipahami dan diolah menjadi informasi yang dapat mendukung keputusan.Di sinilah kompetensi manajemen memiliki peran penting. Data dari aplikasi dapat dimanfaatkan untuk memahami perilaku konsumen, mengevaluasi kondisi keuangan, mengelola persediaan, hingga menyusun strategi bisnis.

Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran di Program Studi Manajemen Universitas Pertamina yang menghubungkan konsep manajemen dengan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana informasi dapat digunakan untuk merancang strategi dan mengambil keputusan bisnis secara terstruktur.

Mendorong UMKM yang Adaptif dan Berdampak

Pemanfaatan teknologi dan penguatan kompetensi manajemen juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun UMKM yang lebih adaptif. Semangat UPER Berdampak dapat diwujudkan melalui penerapan pengetahuan dan pendampingan kepada pelaku usaha dalam mengembangkan pembukuan digital serta tata kelola operasional berbasis data.

Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penguatan sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu manajemen dan teknologi juga relevan dengan Asta Cita ke-3 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Pada akhirnya, digitalisasi bukan hanya tentang memilih aplikasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pengelolaan usaha. 

Ingin mengembangkan kompetensi manajemen yang relevan dengan dunia bisnis dan perkembangan teknologi? Kenali lebih lanjut Program Studi Manajemen Universitas Pertamina dan daftarkan diri anda untuk menjadi bagian dari Universitas Pertamina.

Referensi: 
Kemenko Perekonomina: Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Tingkatkan Kontribusi terhadap Ekspor Indonesia. 2026. 
Siapik. Bank Indonesia. 2026. 
Mekari Jurnal: Optimalkan Pertumbuhan dengan aplikasi akuntansi dan operasional terpadu. 2026. 

Credite Foto: Micheile Henderson// Unplas.com


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved