Universitas Pertamina mendorong penguatan budaya riset sejak pendidikan menengah melalui pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Selektif (UPERAISAL) di MAN Kota Batu, Jawa Timur, Senin (12/1). Kegiatan ini diikuti 123 siswa dan berfokus pada peningkatan kompetensi penelitian ilmiah serta pengenalan Program Studi Teknik Logistik sebagai bekal pendidikan tinggi.
UPERAISAL dirancang dalam dua agenda utama, yakni seminar metodologi penelitian dan sosialisasi program studi. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam memperkuat kesiapan riset siswa pendidikan menengah sebagai fondasi menuju jenjang pendidikan tinggi.
Seminar metodologi penelitian diikuti oleh 69 siswa kelas X dan XI yang tergabung dalam klub riset MAN Kota Batu. Kegiatan ini menghadirkan dosen Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina, Ahmad Faisal Dahlan, S.T., M.Eng., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi tahapan penelitian ilmiah, penyusunan metode, hingga tantangan yang kerap dihadapi siswa dalam proses riset.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan mengaitkan langsung topik penelitian yang tengah dikerjakan para siswa. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif serta membantu siswa memahami penerapan metodologi penelitian secara praktis dan kontekstual. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi siswa dalam diskusi dan sesi tanya jawab.
Ahmad Faisal Dahlan menyampaikan bahwa penguasaan metodologi penelitian menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Pemahaman metodologi penelitian akan membantu siswa menyusun penelitian dengan alur yang jelas serta meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina yang diikuti oleh 54 siswa kelas XII. Pada sesi ini, siswa memperoleh informasi mengenai profil program studi dan ruang lingkup keilmuan logistik. Selain itu, disampaikan pula berbagai peluang pengembangan kompetensi akademik dan profesional, mulai dari riset bersama dosen, program pertukaran pelajar ke luar negeri, hingga pengalaman magang industri.
Melalui kegiatan UPERAISAL ini, siswa MAN Kota Batu tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai metodologi penelitian ilmiah, tetapi juga gambaran komprehensif mengenai pilihan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam menumbuhkan budaya riset sejak dini serta mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, sistematis, dan berdaya saing. [AH]