Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Cegah Abrasi Sejak Dini, Universitas Pertamina Tanam 1.400 Bibit Mangrove di Muara Gembong


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 28 Januari 2026
Dibaca: 40 kali
Sebanyak 1.400 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada 10 Januari 2026, dalam aksi lingkungan yang dilakukan Universitas Pertamina bersama Pertamina Foundation untuk menekan laju abrasi pantai.

Wilayah pesisir Muara Gembong diketahui telah mengalami abrasi sejak 15–20 tahun terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh faktor alam, seperti gelombang laut, serta aktivitas manusia berupa pembabatan hutan mangrove pada masa lalu yang berdampak pada berkurangnya kawasan penahan abrasi alami.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Sumirda, menyampaikan bahwa penanaman mangrove menjadi salah satu langkah efektif dalam menghadapi abrasi. Menurutnya, selain mampu menahan laju pengikisan pantai, mangrove juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung keberlanjutan kehidupan nelayan.

Penanaman 1.400 bibit mangrove ini menjadi bagian dari program jangka panjang Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation yang menargetkan 10.000 bibit mangrove dalam lima tahun, dengan total 4.400 bibit telah tertanam sejak 2024.

Hingga Januari 2026, Universitas Pertamina tercatat telah menanam sebanyak 3.000 bibit mangrove. Penanaman tambahan 1.400 bibit pada Januari 2026 menjadikan total bibit yang telah ditanam mencapai 4.400 bibit, dengan sisa 5.600 bibit yang akan ditanam secara berkala pada tahap selanjutnya.

Pada kegiatan ini, Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation bekerja sama dengan KNTI memilih bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata atau bakau, yang dikenal sebagai salah satu spesies unggulan mangrove.

Pemilihan bibit bakau didasarkan pada kemampuannya dalam menyerap gas karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis. Selain itu, akar tunjang bakau yang kuat dan tumbuh ke dalam tanah mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar. Penerapan jarak tanam 1 x 1 meter juga memberikan ruang optimal bagi pertumbuhan akar dan batang tanaman.

Pada kesempatan tersebut, Sumirda turut memberikan pembekalan kepada para Sobat Bumi (SoBi) Universitas Pertamina yang terlibat sebagai peserta. Pembekalan meliputi tata cara penanaman mangrove serta pengenalan kondisi kawasan Muara Gembong.
Usai kegiatan penanaman, KNTI akan melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam guna menilai tingkat kelangsungan hidup serta mencatat perkembangan tanaman.

Pengawasan juga dilakukan untuk meminimalkan risiko kematian bibit akibat faktor lingkungan, seperti bibit yang hanyut, tertutup sampah, atau terdampak abrasi. Dengan adanya tindak lanjut tersebut, diharapkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon dan penahan abrasi pantai dapat berjalan secara optimal. [MD]

Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved