Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Tim KIPLI MAN Universitas Pertamina Raih Juara 1 Petroleum Study Case Competition GEMA 2025


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 23 Januari 2026
Dibaca: 46 kali
Tim KIPLI MAN Universitas Pertamina (UPER) meraih Juara 1 Petroleum Study Case Competition GEMA 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, berkat solusi pengembangan lapangan migas berusia lebih dari 100 tahun yang dinilai feasible dan berkelanjutan.

Ajang ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menyeleksi delapan tim terbaik untuk melaju ke babak final. Pada tahap akhir, tim UPER bersaing dengan perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).

Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang merancang strategi pengembangan lapangan minyak dan gas bumi yang telah mengalami penurunan produksi. Solusi yang diajukan harus mampu memperpanjang umur lapangan dengan mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, serta keberlanjutan sejalan dengan arah transisi energi.

Tim KIPLI MAN yang terdiri dari Alfahmi Zikri, Agharr Tabish Naqeeb, dan Derik Eirino Nataliko dari Program Studi Teknik Perminyakan angkatan 2022 mengangkat studi kasus Teapot Dome Field di Wyoming, Amerika Serikat. Lapangan migas bersejarah tersebut dipilih karena telah beroperasi lebih dari satu abad dan menghadapi tantangan penurunan produksi yang signifikan.

Keunggulan solusi yang ditawarkan terletak pada penerapan phasing strategy atau strategi pengelolaan bertahap. Pendekatan ini mencakup pemanfaatan natural flow pada fase awal produksi, optimalisasi tenaga dorongan alami reservoir, penggunaan artificial lift, hingga penerapan injeksi CO₂ pada fase lanjutan. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi.

Selain merancang solusi teknis, tim juga menghadapi tantangan dalam memahami aspek geologi yang berada di luar fokus utama bidang Teknik Perminyakan. Proses tersebut menuntut penguasaan perangkat lunak tNavigator yang umum digunakan untuk analisis geologi dan reservoir.

Dengan bimbingan Alshavira Rizka, Junior Reservoir Engineer di Rock Flow Dynamics, tim mampu beradaptasi dan menyusun perencanaan lapangan yang komprehensif serta aplikatif. Pendekatan lintas disiplin tersebut menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tim dalam kompetisi.

“Kompetisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan bukan menjadi penghalang untuk berinovasi. Dengan proses belajar yang konsisten, tantangan teknis yang kompleks dapat dihadapi,” ujar Alfahmi Zikri.

Capaian ini menegaskan kemampuan mahasiswa Universitas Pertamina dalam menghadirkan solusi strategis yang relevan dengan tantangan industri migas saat ini, sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan. [MV]

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved