Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Dorong Inovasi Beretika, CSXHIBIT 2026 Hadirkan Pameran Karya Mahasiswa dan 3-Minutes Presentation


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 30 Januari 2026
Dibaca: 12 kali

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina menghadirkan CSXHIBIT 2026 sebagai ruang pamer inovasi mahasiswa yang tak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berangkat dari nilai integritas dan etika akademik.

CSXHIBIT 2026 digelar pada Kamis (22/1) di Selasar dan Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina. Kegiatan ini menghadirkan pameran karya mahasiswa, kompetisi 3-Minutes Presentation, serta seminar bertema Integrity in the Age of AI: Balancing Innovation and Ethics.

Kegiatan ini diikuti oleh 57 mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer sebagai wadah apresiasi sekaligus presentasi proyek akademik yang dikembangkan selama enam bulan pembelajaran. Melalui ajang ini, mahasiswa tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan penyampaian gagasan secara sistematis.

Pameran CSXHIBIT 2026 menampilkan beragam proyek Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), karya multidisiplin, serta hasil kerja praktik mahasiswa. Karya yang dipamerkan mencakup pengembangan aplikasi, sistem informasi, hingga perangkat keras berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang sebagai solusi inovatif bagi kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia industri.

Ketua Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina, Ade Irawan, Ph.D., menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi.

“Mahasiswa dituntut tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral. Tanpa landasan etika, teknologi berisiko kehilangan orientasi kemanusiaannya. Inovasi sejati adalah yang mampu memberi manfaat nyata sekaligus menjunjung nilai-nilai sosial,” ungkap Ade.

Seminar dalam rangkaian CSXHIBIT 2026 menghadirkan Dr. Yaniasih, S.TP., MP., peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pemaparannya, Dr. Yaniasih menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial di dunia akademik harus dilandasi kejujuran dan transparansi.

“Kejujuran akademis di era AI bukan berarti menolak teknologi, melainkan transparan dalam penggunaannya. AI digunakan untuk menggali ide baru, bukan menggantikan berpikir kritis,” jelasnya.

Melalui sesi diskusi interaktif, mahasiswa dan dosen membahas batasan etis pemanfaatan kecerdasan artifisial di lingkungan akademik, khususnya dalam riset dan penelitian. Diskusi ini diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus menegaskan tanggung jawab dalam penggunaan AI secara kritis dan berintegritas.

Melalui CSXHIBIT 2026, Universitas Pertamina menghadirkan wadah publikasi karya mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi komunikasi dan integritas akademik. Inisiatif ini menegaskan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang beretika, inovatif, dan siap berkontribusi di ranah profesional. [MP]


Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved