Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada akhir November 2025 mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan kebutuhan terhadap bantuan logistik serta layanan dasar. Merespons kondisi tersebut, dosen Universitas Pertamina bersama Pertamina Foundation terlibat langsung dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Kabupaten Aceh Tamiang dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi dan kondisi geografisnya. Banjir kali ini berdampak pada permukiman warga, fasilitas umum, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke sejumlah titik evakuasi.
Kegiatan tanggap darurat dilaksanakan pada 12–19 Desember 2025 dan menjangkau sekitar 200 penerima bantuan. Salah satu relawan yang terlibat adalah Herry Kartika Gandhi, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina, yang berperan dalam pengelolaan dan pendistribusian bantuan logistik bersama tim Pertamina Foundation.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud, menegaskan bahwa kecepatan dan koordinasi lintas pihak menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.
“Respon cepat dan koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam penyaluran bantuan di wilayah terdampak banjir seperti Aceh Tamiang, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” ungkap Agus.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim relawan melakukan pendistribusian bantuan ke sejumlah titik terdampak, termasuk lokasi pengungsian dan fasilitas layanan kesehatan.
Bantuan yang disalurkan meliputi obat-obatan, alas tidur, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, serta makanan siap saji, dengan mempertimbangkan keterbatasan akses di beberapa wilayah.
Dalam prosesnya, relawan terlebih dahulu melakukan pengorganisasian logistik di Posko Kemanusiaan Pertamina. Dengan latar belakang keilmuan logistik, Herry terlibat dalam pendataan, penataan, serta pengaturan arus distribusi agar bantuan tersalurkan secara efisien dan tepat sasaran di tengah tingginya kebutuhan masyarakat pascabanjir.
Selain memastikan kelancaran distribusi logistik, kehadiran relawan juga berkontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan yang disalurkan menjadi bagian dari upaya pemulihan awal bagi warga di tengah kondisi pascabanjir yang belum sepenuhnya pulih.
Salah satu warga terdampak, Narti, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima.
“Dengan bantuan dan tindak cepat dari Pertamina, kami mendapatkan bantuan yang layak. Terima kasih Pertamina,” ungkap Narti.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan melalui kolaborasi antara dunia akademik dan sektor sosial. Keterlibatan dosen Universitas Pertamina dalam aksi tanggap darurat ini mencerminkan peran perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui praktik keilmuan yang aplikatif. Sinergi lintas pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan pascabencana sekaligus mendorong keberlanjutan program kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak.