Fokus utama kegiatan ini tidak hanya sekadar menyalurkan logistik, tetapi juga memastikan upaya pemulihan kesejahteraan korban bencana alam berjalan efektif. Bantuan yang disalurkan meliputi obat-obatan, alas tidur, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, serta makanan siap saji, dirancang untuk meringankan beban warga di fase pemulihan awal, sekaligus menjaga stabilitas kesehatan dan keselamatan masyarakat terdampak.
Herry Kartika Gandhi, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina, terlibat langsung dalam manajemen bantuan. Dengan kepakarannya, ia memastikan pengorganisasian barang di posko kemanusiaan serta alur distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi dan sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada poin yang menekankan peningkatan kesejahteraan rakyat serta penguatan sistem pertahanan dan keamanan nasional melalui penanggulangan bencana. Dengan turun langsung ke lapangan, kolaborasi antara civitas akademika dan sektor sosial ini memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud, menegaskan bahwa koordinasi yang solid menjadi kunci utama dalam memastikan pemulihan yang cepat. "Respons cepat dan koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam penyaluran bantuan di wilayah terdampak banjir seperti Aceh Tamiang, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi," ungkap Agus.
Apresiasi turut datang dari warga terdampak, Narti, yang merasakan langsung dampak positif dari aksi tersebut. “Dengan bantuan dan tindak cepat dari Pertamina, kami mendapatkan bantuan yang layak. Terima kasih Pertamina,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 terkait Good Health and Well-Being, tetapi juga menjadi bukti bahwa integrasi antara kepakaran akademisi dan kepedulian sosial mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pemulihan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tamiang.