Berita Kampus
Seminar Literasi Digital Kompas X UPER: Labirin Informasi, Tersesat atau Melesat?

Published by: Universitas Pertamina 12 January 2023
Jakarta, 12 Januari 2023, Universitas Pertamina bersama Kompas telah menyelenggarakan kegiatan Seminar Literasi Digital yang mengusung topik “Labirin Informasi, Tersesat atau Melesat?” Seminar ini dihadiri oleh Prof. IGN Wiratmaja Puja, Ph. D, Rektor Universitas Pertamina, beserta jajaran dan bapak/ibu dosen dari berbagai program studi.

Materi seminar tersebut disampaikan oleh Adi Prinantyo, Redaktur Pelaksana Kompas, Dian Hapsari Firasati, Manager CSR PT. Pertamina (Persero), dan Yoseph Wilhelmus Nabu, Head of Product Development. Rangkaian acara ini dipandu oleh Master of Ceremony, Erlina Muthia Sari, Mahasiswa Komunikasi dan dipandu juga oleh moderator, Ayu Kartika Indarti, Senior Staff to Deputy Publisher Kompas.

Seminar Literasi Digital tersebut dilaksanakan secara luring di Universitas Pertamina mampu menghadirkan sebanyak kurang lebih oleh kurang lebih 300 peserta. 

Materi pertama disampaikan oleh Adi Prinantyo dengan judul “Hati-hati Labirin Informasi.” Diera digitalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi saat ini membuat informasi semakin banyak atau banjir informasi, hal inilah yang dikatakan dengan istilah labirin informasi. 

Disisi lain penggunaan media sosial di kalangan masyarakat Indonesia juga mengalami perkembangan yang begitu pesat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Essential Digital Headlines, sebanyak 191,4 juta orang aktif menggunakan sosial media. Tiga urutan tertinggi media sosial yang digunakan, yaitu WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Sehingga Indonesia berada pada 10 besar dalam penggunaan media sosial terbesar di dunia. Parahnya Indonesia menjadi negara ke 9, yang sebelumnya ke 8 sebagai pengguna internet terbesar di dunia.

Aji menjelaskan semakin masifnya penggunaan internet dan media sosial maka tidak dapat dipungkiri jika bisa saja terjadi kehancuran privasi (pencurian data pribadi), manusia jadi komoditas (menjadi target pada produk iklan), gangguan mental (kecanduan dan komunikasi menjadi semua), disinfodemi Covid-19 (fake news dan hoax), dan demokrasi terancam (ujaran kebencian, trolling, dan doxing).

“Adanya media baru seperti media sosial yang ada saat ini membuat informasi semakin banjir. Dampaknya yang dirasakan konsumen terkait banjir informasi saat ini, yaitu merenggangnya hubungan sesama anggota keluarga, membuat kebingungan dan ketidakpastian,dan membuat perpecahan di masyarakat,” -Imbuhnya.

Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi suatu informasi yang banjir di internet dan media sosial. Tersesat atau melesatnya kita sebagai pengkonsumsi informasi akan ditentukan oleh kualitas informasi yang ditunjang oleh banyak pihak, seperti penulis, organisasi, narasumber, dan pembawa. 

“Dalam publikasi informasi yang ditujukan untuk publik, Kompas selalu serius dan terpercaya dalam menyampaikan informasi, tidak pernah melakukan propaganda, dan tidak pernah adu domba,” tutupnya. 

Materi kedua disampaikan oleh Dian Hapsari Firasati dengan topik materi “Langkah Strategis Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.” Secara keseluruhan pada pemaparan materinya Dian menjelaskan terkait program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Pertamina (Persero). 

CSR merupakan suatu program sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan masyarakat sekitar perusahaan itu berdiri. CSR ini memiliki banyak program diantaranya dalam bidang pendidikan, ekonomis, sosial, dan lingkungan. 

Dian menjelaskan, salah satu program CSR PT. Pertamina (Persero) dalam bidang pendidikan yaitu memberikan program beasiswa Sahabat Disabilitas Pertamina dan Beasiswa Sobat Bumi. Sedangkan dari bidang ekonomi, yaitu Desa Energi Berdikari, Pertamina Lestari, dan Sampah Kita. Serta dalam bidang lingkungan, yaitu Desa Wisata, Kopi Nusantara Pertamina dan Enduro Entrepreneurship Program.
Diera digitalisasi saat ini membuat informasi membanjir dimana-mana dan dapat ditemukan di platform apa saja dengan sangat mudah. Akan tetapi tidak semua informasi tersebut benar atau valid. 

“Sering ditemukan di platform lain informasi program CSR PT. Pertamina (Persero) dalam bidang pendidikan terkait terkait beasiswa. Namun pada kenyataannya terdapat banyak kekeliruan dalam informasi tersebut, karena bersumber dari media lain selain PT. Pertamina (Persero). Maka dari itu, sebagai pengkonsumsi informasi tersebut harus berhati-hati dan teliti dalam menyaring informasi yang didapatkan.”- Jelas Dian.

“Di akhir sesi kegiatan seminar,  Dian Hapsari Firasati  mengatakan “Tujuan dari seminar ini yaitu untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi mahasiswa/i Uper. Saya memberikan informasi terkait program CSR PT. Pertamina (Persero) dengan harapan dapat memberikan sosialisasi dan juga edukasi kepada mahasiswa/i  Uper, supaya dapat memahami apa itu program CSR PT. Pertamina (Persero) dan  dapat ikut serta di dalam program tersebut.” (12/1/2023). [NA]

© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved