ID / EN
Berita Kampus

Dorong Teknologi Energi Bersih, Gabriella Raih Juara 1 Young Scientist Competition 2026


Published by: Universitas Pertamina Senin, 24 Agustus 2026
Dibaca: 11 kali
Pengembangan teknologi hidrogen menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong inovasi energi dan transportasi berkelanjutan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) turut menghadirkan gagasan inovatif di bidang penyimpanan hidrogen sebagai upaya mendukung pengembangan energi masa depan.

Salah satunya ditunjukkan oleh Gabriella, mahasiswa Universitas Pertamina, yang berhasil meraih Juara 1 Young Scientist Competition 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Fuel Cell and Hydrogen Energy Association (IFHE) tersebut berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul From MOF-5 to ZIF-8: Towards a Practical Hydrogen Storage System for Fuel Cell Electric Vehicles. Melalui karya tersebut, Gabriella mengembangkan gagasan sistem penyimpanan hidrogen untuk fuel cell electric vehicles atau kendaraan listrik berbasis sel bahan bakar. Ia mengusulkan penggunaan ZIF-8 sebagai alternatif material penyerap hidrogen yang berpotensi mendukung sistem penyimpanan yang lebih stabil dan praktis.

Gagasan tersebut berangkat dari pengembangan prototipe penyimpanan hidrogen oleh Hydrogen Storage Engineering Center of Excellence (HSECoE) yang sebelumnya menggunakan MOF-5. Dalam temuannya, Gabriella melihat sejumlah tantangan pada penggunaan material tersebut, terutama berkaitan dengan proses sintesis dan stabilitas material setelah melalui beberapa siklus pengisian dan pelepasan hidrogen. Berangkat dari permasalahan tersebut, ia mengusulkan ZIF-8 sebagai alternatif material penyimpanan hidrogen.

Pengembangan inovasi ini kemudian diperluas melalui konsep tank swapping station yang terinspirasi dari sistem pertukaran baterai pada kendaraan listrik. Konsep tersebut menawarkan mekanisme pertukaran tangki hidrogen sebagai alternatif proses pengisian bahan bakar, dengan mempertimbangkan efisiensi energi serta ketahanan mekanis material penyimpanan.

Bagi Gabriella, pengembangan karya tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap Metal-Organic Frameworks (MOFs) dan teknologi penyimpanan hidrogen. Ketika mengikuti kompetisi, ia kemudian mengembangkan gagasannya dengan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga kelayakan ekonomi dan potensi penerapannya melalui konsep tank swapping.

Winning this competition would hopefully bring this whole idea to life. Sometimes it is not always about winning, but how we turn our random thoughts and ideas into something that can contribute to society,” ujar Gabriella.

Dalam proses persiapannya, Gabriella juga memperoleh dukungan dari dosen Universitas Pertamina, khususnya Dr. Agung Nugroho, Ph.D, yang menjadi rekan diskusi serta membantunya dalam mengakses berbagai referensi ilmiah. Dukungan tersebut turut membantu Gabriella dalam memperkuat landasan dan pengembangan gagasan yang dibawanya dalam kompetisi.

Tantangan terbesar yang dihadapi Gabriella muncul ketika ia harus mempresentasikan dan mendiskusikan gagasannya secara langsung dengan para juri yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa pascasarjana, praktisi, hingga akademisi. Namun, pengalaman tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menguji sekaligus memperkuat gagasan yang telah dikembangkan.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Gabriella mencerminkan kemampuan mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengembangkan gagasan ilmiah menjadi inovasi yang relevan dengan berbagai tantangan masa depan.

“Prestasi Gabriella menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu mengembangkan gagasan ilmiah menjadi inovasi yang relevan dengan tantangan energi masa depan. Pencapaian ini menjadi bagian dari semangat UPER Berdampak dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki potensi manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Ichsan.

Ke depannya, Gabriella berencana mengembangkan gagasan tersebut menuju tahap prototipe dengan mempelajari sistem kendali, desain, dan optimasi storage vessel. Langkah ini sejalan dengan semangat UPER Berdampak dalam mendorong pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

Gagasan tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-2 melalui penguatan kemandirian energi dan ekonomi hijau serta Asta Cita ke-4 melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Inovasi ini turut mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi energi dan infrastruktur yang inovatif serta berkelanjutan. [MV]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved