ID / EN
Berita Populer

Jangan Langsung Sebar CV, Ini yang Perlu Dilakukan Setelah Kena PHK


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 16 Juli 2026
Dibaca: 2 kali
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi tantangan di tengah membaiknya kondisi pasar kerja Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami PHK sepanjang Januari–Mei 2026, dengan Jawa Barat menjadi provinsi yang mencatat jumlah pekerja terdampak terbanyak. 

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen pada November 2025, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 147,91 juta orang. Namun, di balik perbaikan tersebut, sekitar 57,7 persen pekerja masih berada di sektor informal dan 32,06 persen bekerja tidak penuh, sehingga banyak pekerja tetap menghadapi ketidakpastian pendapatan maupun keberlanjutan pekerjaan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi sekadar soal tersedia atau tidaknya lapangan pekerjaan, tetapi juga bagaimana pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri. Karena itu, ketika menghadapi PHK, langkah pertama bukanlah terburu-buru mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, melainkan menyusun strategi untuk kembali memasuki pasar kerja dengan lebih siap.

Kelola Emosi Sebelum Mengambil Keputusan

Kehilangan pekerjaan merupakan pengalaman yang dapat memicu berbagai emosi, mulai dari sedih, marah, kecewa, hingga cemas terhadap masa depan. Reaksi tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, keputusan penting terkait karier sebaiknya tidak diambil ketika emosi masih belum stabil.

Memberikan waktu untuk menerima situasi, berbicara dengan keluarga, mentor, atau konselor profesional dapat membantu seseorang melihat kondisi secara lebih objektif. Perspektif yang lebih tenang juga membuat proses menyusun langkah berikutnya menjadi lebih rasional dan terarah. Selain itu, penting untuk menyadari bahwa PHK tidak selalu mencerminkan kemampuan individu, melainkan sering kali merupakan konsekuensi dari strategi bisnis, efisiensi perusahaan, maupun perubahan kondisi ekonomi.

Rapikan Kondisi Keuangan Terlebih Dahulu

Sebelum mulai mencari kerja setelah PHK, pekerja perlu memahami kondisi finansialnya. Tinjau kembali hak-hak yang diterima dari perusahaan, seperti pesangon maupun manfaat lainnya, kemudian susun anggaran berdasarkan tabungan dan kebutuhan pokok selama masa transisi.

Perencanaan keuangan yang baik membantu seseorang menentukan strategi pencarian kerja tanpa tekanan untuk segera menerima pekerjaan yang belum tentu sesuai dengan kompetensi maupun tujuan karier. Apabila diperlukan, pekerjaan sementara atau proyek berbasis kontrak juga dapat menjadi alternatif untuk menjaga stabilitas pendapatan selama proses transisi berlangsung.

Evaluasi Karier, Bukan Sekadar Mencari Pekerjaan Baru

Dalam perspektif ilmu manajemen, setiap perubahan membutuhkan proses evaluasi sebelum menentukan langkah berikutnya. Begitu pula setelah mengalami PHK.

Momen ini dapat dimanfaatkan untuk meninjau kembali perjalanan profesional, mulai dari mengenali kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi pengalaman kerja, hingga menentukan arah karier yang ingin dicapai. Pertanyaan seperti apakah pekerjaan sebelumnya masih sesuai dengan tujuan jangka panjang, keterampilan apa yang menjadi keunggulan, dan kompetensi apa yang perlu ditingkatkan menjadi fondasi dalam menyusun strategi karier yang lebih matang.

Pendekatan tersebut membantu pekerja mengambil keputusan berdasarkan analisis, bukan sekadar mengikuti lowongan yang tersedia. Dengan kata lain, menata karier setelah PHK bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan baru, tetapi memastikan pekerjaan tersebut selaras dengan potensi dan perkembangan industri.

Tingkatkan Keterampilan Sesuai Kebutuhan Industri

Perubahan teknologi dan transformasi bisnis membuat kebutuhan kompetensi berkembang semakin cepat. Banyak perusahaan kini mencari kandidat yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga menunjukkan kemauan untuk terus belajar.

Karena itu, masa transisi setelah PHK dapat dimanfaatkan untuk mengikuti pelatihan, sertifikasi profesional, maupun kursus daring yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju. Langkah ini juga menjadi kesempatan untuk menutup kesenjangan keterampilan (skill gap) sehingga peluang bersaing di pasar kerja semakin besar.
Selain mempelajari teori, pengalaman praktis melalui proyek, kegiatan sukarela, atau pekerjaan lepas juga dapat menjadi nilai tambah yang menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Susun Strategi Mencari Kerja yang Lebih Efektif

Setelah memiliki arah karier yang lebih jelas, barulah proses pencarian kerja dapat dilakukan secara lebih strategis. Mengirim CV ke puluhan perusahaan secara acak belum tentu menghasilkan peluang terbaik.
Sebaliknya, pencari kerja disarankan memperbarui CV dan profil LinkedIn, menyesuaikan dokumen lamaran dengan posisi yang dituju, serta memanfaatkan jejaring profesional untuk memperoleh informasi lowongan maupun rekomendasi. Pendekatan yang terarah tidak hanya meningkatkan peluang diterima bekerja, tetapi juga membantu menemukan posisi yang sesuai dengan kompetensi dan aspirasi karier jangka panjang.

Siapkan Karier yang Adaptif di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Perubahan dunia kerja menuntut profesional yang tidak hanya memahami bisnis, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis, mengelola sumber daya manusia, membaca dinamika industri, dan beradaptasi dengan perubahan. Kompetensi tersebut menjadi fokus pembelajaran di Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, yang didukung kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, dosen berpengalaman, serta kolaborasi dengan berbagai mitra dunia usaha dan dunia industri.

Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang membekali mahasiswa dengan kompetensi masa depan, serta SDGs Tujuan 8: Decent Work and Economic Growth yang mendorong lahirnya sumber daya manusia yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi transformasi dunia kerja.

Ingin menjadi bagian dari generasi profesional yang mampu mengelola bisnis, memimpin perubahan, dan membangun karier yang tangguh di tengah dinamika dunia kerja? Kunjungi halaman Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Pertamina dan temukan informasi lengkap mengenai Program Studi Manajemen serta proses penerimaan mahasiswa baru.

Referensi:
Wu, Simone. (2024). What to do after being laid off: A guide to navigating this challenging time. https://www.michaelpage.co.id/advice/career-advice/changing-jobs/what-do-after-being-laid-guide-navigating-challenging-time 
Kompas.id. (2026). Makna Bekerja di Tengah Perubahan Pasar Kerja. https://www.kompas.id/artikel/makna-bekerja-di-tengah-perubahan-pasar-kerja 
Kompas.com. (2026). 23.470 Pekerja Kena PHK pada 2026, Ini Sebaran Kasusnya di 34 Provinsi. https://nasional.kompas.com/read/2026/06/26/14470531/23470-pekerja-kena-phk-pada-2026-ini-sebaran-kasusnya-di-34-provinsi 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved