ID / EN
Berita Populer

Berapa Lama Kendaraan Listrik Bisa Bertahan? Peneliti Universitas Pertamina Kaji Ketahanan Komponennya


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 15 Juli 2026
Dibaca: 9 kali

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di berbagai negara, pertanyaan mengenai berapa lama kendaraan listrik dapat bertahan menjadi perhatian masyarakat maupun industri otomotif. International Energy Agency (IEA) dalam Global EV Outlook menyebutkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik terus diikuti dengan peningkatan kebutuhan terhadap baterai dan komponen yang memiliki usia pakai panjang.

Menjawab tantangan tersebut, dosen dan peneliti Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina, yaitu Dr. Eng. Sri Hastuty, S.T., M.T., M.Eng. dan Byan Wahyu Riyandwita, S.T., M.Eng., Ph.D melakukan penelitian mengenai ketahanan korosi atmosfer pada material logam yang banyak digunakan dalam aplikasi rekayasa. Penelitian tersebut memberikan gambaran ilmiah mengenai bagaimana material mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang agresif sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi transportasi modern, termasuk kendaraan listrik.

Menguji Ketahanan Material Melalui Simulasi Lingkungan Korosif

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menguji baja karbon ST37 dan baja tahan karat SS304 menggunakan ruang semprot garam (salt spray chamber) yang dirancang sesuai standar ASTM B117. Pengujian dilakukan menggunakan dua jenis larutan, yaitu NaCl dan MgCl₂, untuk mensimulasikan kondisi lingkungan laut yang memiliki potensi korosi tinggi.

Evaluasi dilakukan selama 48 jam dengan beberapa variasi waktu paparan. Setelah pengujian, material dianalisis menggunakan berbagai metode karakterisasi seperti pengamatan makroskopis, mikroskop optik, Scanning Electron Microscope (SEM), serta Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Pengukuran kehilangan massa material juga dilakukan mengikuti ASTM G1 sehingga menghasilkan data yang akurat mengenai laju korosi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan MgCl₂ menghasilkan laju korosi lebih tinggi dibandingkan NaCl pada baja karbon ST37. Di sisi lain, baja tahan karat SS304 menunjukkan ketahanan korosi yang jauh lebih baik dibandingkan ST37 pada seluruh kondisi pengujian. Penelitian juga menemukan bahwa material akrilik yang digunakan sebagai ruang uji memiliki ketahanan korosi yang sangat baik sehingga tetap stabil selama proses eksperimen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan material merupakan faktor penting dalam meningkatkan umur pakai komponen kendaraan, khususnya kendaraan listrik yang diharapkan mampu beroperasi selama bertahun-tahun dengan biaya perawatan yang efisien.

Mengapa Ketahanan Material Penting bagi Kendaraan Listrik?

Masyarakat sering mengaitkan usia kendaraan listrik hanya dengan kondisi baterainya. Padahal, kendaraan merupakan sistem yang terdiri atas ribuan komponen mekanik dan struktural yang harus tetap bekerja secara optimal sepanjang masa pakai kendaraan.

Lingkungan tropis seperti Indonesia memiliki tingkat kelembapan tinggi, curah hujan besar, serta wilayah pesisir yang luas. Kondisi tersebut mempercepat proses korosi pada material logam apabila tidak menggunakan material yang tepat maupun perlindungan permukaan yang memadai.

Hasil riset ini juga memberikan referensi bagi industri manufaktur dalam menentukan jenis material yang sesuai untuk berbagai aplikasi teknik, mulai dari otomotif, energi, konstruksi, hingga infrastruktur yang membutuhkan ketahanan tinggi terhadap lingkungan korosif.

Teknik Mesin Universitas Pertamina Dorong Inovasi Rekayasa Material

Penelitian tersebut mencerminkan komitmen Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina dalam mengembangkan riset yang menjawab tantangan industri masa depan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari desain mesin dan manufaktur, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai ilmu material, korosi, pengujian material, mekanika, hingga teknologi manufaktur modern yang menjadi fondasi pengembangan kendaraan listrik dan industri energi.

Melalui kolaborasi riset bersama dosen, mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan analisis laboratorium, melakukan pengujian sesuai standar internasional, serta menghasilkan solusi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Mendukung SDGs melalui Inovasi Material Berkelanjutan

Pengembangan material yang lebih tahan lama turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action). 

Material yang memiliki umur pakai lebih panjang dapat mengurangi kebutuhan penggantian komponen, menekan konsumsi sumber daya alam, mengurangi limbah industri, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi sepanjang siklus hidup kendaraan. Dengan demikian, inovasi di bidang rekayasa material tidak hanya meningkatkan performa teknologi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan industri yang lebih berkelanjutan.

Siapkan Karier di Industri Otomotif dan Energi Masa Depan

Transformasi menuju kendaraan listrik membuka kebutuhan besar terhadap insinyur yang memahami desain mekanik, material maju, manufaktur, hingga teknologi energi. Kompetensi tersebut menjadi fokus pembelajaran di Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina, yang didukung fasilitas laboratorium modern, kegiatan riset, serta jejaring kolaborasi dengan dunia industri.

Ingin menjadi bagian dari generasi insinyur yang berkontribusi pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan? Kunjungi halaman pendaftaran mahasiswa baru Universitas Pertamina  dan temukan informasi lengkap mengenai Program Studi Teknik Mesin serta proses penerimaan mahasiswa baru.

Referensi
International Energy Agency (IEA). Global EV Outlook 2026.
Hastuty, S., Wahyu Riyandwita, B., Maghriza, R., & Triawan, F. Studi Korosi Atmosfer pada Baja Karbon ST37 dan Baja Tahan Karat SS304 Menggunakan Metode Salt Spray sesuai ASTM B117 (berdasarkan jurnal yang dilampirkan pengguna).
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved