ID / EN
Berita Populer

Mengenal 8 Prinsip Good Governance dan Contoh Penerapannya di Dunia Kerja: Belajar dari Pentingnya Tata Kelola Danantara Indonesia


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 13 Agustus 2026
Dibaca: 10 kali
Pengelolaan aset dan investasi negara membutuhkan lebih dari sekadar strategi bisnis. Ketika kewenangan sebuah lembaga semakin besar, tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab menjadi semakin penting. Hal ini relevan dengan hadirnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan mengenai organisasi dan tata kelolanya.

Melalui regulasi tersebut, Danantara memiliki sejumlah kewenangan strategis dalam pengelolaan investasi dan portofolio BUMN. Kondisi ini sekaligus menunjukkan mengapa good governance penting untuk dipahami, bukan hanya oleh pemerintah dan perusahaan besar, tetapi juga oleh calon pemimpin dan manajer di dunia kerja.

Apa Itu Good Governance?

Secara sederhana, good governance adalah sistem tata kelola yang memastikan proses pengambilan keputusan dan pelaksanaannya berjalan secara partisipatif, transparan, bertanggung jawab, efektif, serta taat hukum.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), good governance memiliki delapan karakteristik. Prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam pemerintahan maupun organisasi dan perusahaan melalui konsep Good Corporate Governance (GCG).

8 Prinsip Good Governance dan Penerapannya

  1. Partisipasi: Memberikan kesempatan kepada publik atau stakeholder untuk terlibat. Di dunia kerja, hal ini diwujudkan dengan membuka ruang diskusi dan menyerap aspirasi karyawan sebelum keputusan strategis diambil.
  2. Penegakan Hukum: Setiap keputusan wajib memiliki dasar hukum yang adil. Bagi perusahaan, ini tercermin dari kepatuhan terhadap regulasi, kontrak kerja, SOP, dan kebijakan internal.
  3. Transparansi: Informasi mengenai kebijakan dan kinerja organisasi harus dapat diakses dengan mudah oleh pihak berkepentingan untuk membangun rasa percaya.
  4. Responsivitas: Organisasi harus tanggap merespons kebutuhan stakeholder secara tepat waktu, baik dalam menghadapi dinamika pasar maupun isu internal.
  5. Berorientasi Konsensus: Menjembatani berbagai perbedaan perspektif demi mencapai kesepakatan terbaik yang menguntungkan semua pihak.
  6. Kesetaraan dan Inklusivitas: Menjamin lingkungan kerja yang adil, menyediakan peluang karier yang setara, dan mencegah diskriminasi dalam pengambilan keputusan.
  7. Efektivitas dan Efisiensi: Penggunaan sumber daya (anggaran, SDM, dan teknologi) secara optimal untuk mengataskan target tanpa pemborosan.
  8. Akuntabilitas: Keberanian dan kewajiban setiap pemegang wewenang untuk mempertanggungjawabkan keputusan dan kinerjanya kepada publik atau pemegang saham.

Belajar Good Governance dari Danantara

Kehadiran Danantara menjadi salah satu contoh pentingnya tata kelola dalam pengelolaan aset dan investasi negara. Pembentukan badan pengelola investasi ini diarahkan untuk mengonsolidasikan pengelolaan aset BUMN agar lebih terkoordinasi, transparan, dan memiliki mekanisme pengawasan yang lebih jelas.

Namun, penguatan struktur pengelolaan juga menghadirkan tantangan. Bertambahnya lapisan manajemen berpotensi membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih panjang dan birokratis. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi efisiensi, fleksibilitas, dan ruang inovasi perusahaan.

Danantara menjadi salah satu contoh bagaimana prinsip tata kelola menjadi penting ketika sebuah lembaga memiliki kewenangan strategis. Dalam laman resminya, Danantara mencantumkan PP Nomor 19 Tahun 2026 sebagai salah satu regulasi yang mengatur organisasi dan tata kelolanya. Kewenangan strategisnya juga mencakup penyusunan kebijakan di bidang keuangan, investasi, operasional, sumber daya manusia, manajemen risiko, pengawasan internal, kepatuhan, serta ESG.

Danantara juga menyatakan telah melakukan penguatan tata kelola dan manajemen risiko dalam proses penataan fundamental BUMN. Langkah tersebut mencakup evaluasi kebijakan akuntansi, kualitas aset, sistem tata kelola, serta kerangka manajemen risiko terintegrasi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa kewenangan dan tata kelola harus berjalan beriringan. Semakin strategis keputusan yang diambil, semakin penting pula mekanisme pengawasan, manajemen risiko, transparansi, dan akuntabilitas.

Mengapa Good Governance Penting bagi Calon Manajer?

Good governance bukan sekadar teori pemerintahan, melainkan skill manajerial inti untuk mengelola risiko, mengalokasikan sumber daya, dan mengambil keputusan berdampak panjang.

Relevansi ini sejalan dengan Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertamina, yang menghadirkan dua konsentrasi unggulan terkait manajemen tata kelola yaitu: Manajemen Risiko berfokus pada pengelolaan risiko perusahaan dan penguatan tata kelola demi pertumbuhan bisnis yang adaptif. Keuangan Berkelanjutan berfokus pada strategi keuangan masa depan dan pengelolaan portofolio investasi yang bertanggung jawab.

Memahami good governance menjadi bekal krusial bagi calon manajer agar tidak hanya berfokus pada pencapaian target atau profit, tetapi juga memastikan setiap keputusan dibuat secara etis, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Good governance pada akhirnya bukan sekadar aturan mengenai bagaimana pemerintah atau perusahaan menjalankan organisasi. Prinsip ini menjadi fondasi untuk memastikan kewenangan digunakan secara bertanggung jawab, sumber daya dikelola secara optimal, dan keputusan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Penerapan prinsip tersebut sejalan dengan semangat UPER Berdampak dalam mendorong pengelolaan organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan. Prinsip ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDG)16 tentang kelembagaan yang tangguh serta Asta Cita ke-2 dalam mendorong kemandirian dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Bagi calon manajer, good governance menjadi bekal penting untuk membangun organisasi yang terpercaya, efektif, dan berdampak.

Melalui Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertamina, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai manajemen risiko dan keuangan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Sebab, menjadi manajer bukan hanya tentang mencapai target, tetapi juga tentang mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan menciptakan dampak yang berarti.

Daftarkan diri Anda di Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertamina dan kembangkan kompetensi manajerial untuk menjadi pemimpin bisnis yang adaptif, strategis, dan bertanggung jawab. 

Kredit Foto: Khunkorn Laowisit // vecteezy.com 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved