ID / EN
Berita Populer

Masih Catat Keuangan Usaha di Buku? Kenali MonMon, Aplikasi Web Ramah Ponsel


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 11 September 2026
Dibaca: 9 kali
Mencatat pemasukan dan pengeluaran merupakan langkah sederhana yang penting dalam mengelola usaha. Namun, bagi sebagian pelaku usaha mikro, pencatatan masih dilakukan menggunakan buku tulis. Ketika transaksi semakin banyak, cara tersebut dapat membuat pencatatan menjadi rumit, rawan salah hitung, hingga menyulitkan pemilik usaha mengetahui kondisi keuangannya.

Persoalan tersebut ditemukan tim dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) saat mendampingi pelaku usaha mikro di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Melalui program Smart Village – Smart Economy, tim mengembangkan MonMon (Money Monitor), aplikasi pencatatan keuangan berbasis website yang dirancang agar mudah digunakan melalui smartphone.

Berawal dari Kebutuhan Pelaku Usaha Mikro

Pengembangan MonMon dimulai dari persoalan yang ditemukan langsung di lapangan. Melalui wawancara dengan 44 pelaku usaha mikro, tim menemukan bahwa sebagian pelaku usaha belum melakukan pencatatan keuangan, sementara lainnya masih mengandalkan buku sebagai media pencatatan.

Pencatatan manual memiliki sejumlah keterbatasan, mulai dari risiko kesalahan perhitungan hingga catatan yang rusak atau hilang. Kondisi tersebut juga membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur, termasuk kondisi pemasukan, pengeluaran, keuntungan, maupun utang.

Temuan lapangan kemudian menjadi dasar bagi tim untuk menentukan kebutuhan aplikasi, termasuk kategori pemasukan dan pengeluaran yang relevan bagi pengguna. Dari sinilah MonMon dikembangkan sebagai solusi digital yang sederhana dan sesuai dengan kondisi pelaku usaha mikro.

Ketika Ilmu Komputer Bertemu Kebutuhan Masyarakat

Pengembangan MonMon memperlihatkan bagaimana ilmu komputer dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina terlibat dalam pengembangan aplikasi, sementara dua mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina membantu menentukan parameter pencatatan keuangan yang dibutuhkan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena solusi digital tidak hanya membutuhkan kemampuan membangun sistem, tetapi juga pemahaman terhadap persoalan yang hendak diselesaikan.

Hal ini sejalan dengan karakter Program Studi Ilmu Komputer UPER yang mengembangkan kompetensi di bidang Artificial Intelligence, Data Science, serta Software and Application Development, dengan penerapan ilmu komputasi untuk menghasilkan solusi nyata, termasuk dalam konteks industri dan energi.

Melalui MonMon, kompetensi pengembangan perangkat lunak diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Teknologi tidak berhenti sebagai produk digital, tetapi digunakan sebagai instrumen untuk membantu pengguna memahami dan mengelola informasi usaha.

Mengapa MonMon Berbasis Website?

MonMon dikembangkan dalam bentuk website sehingga pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi khusus di smartphone. Pengguna cukup mengaksesnya melalui browser.

Pilihan tersebut mempertimbangkan kondisi pelaku usaha mikro yang memiliki perangkat dan tingkat literasi digital yang beragam. Sistem berbasis website juga tidak membutuhkan ruang penyimpanan tambahan pada perangkat dan lebih mudah diperbarui.

MonMon dirancang agar dapat digunakan pada smartphone dengan spesifikasi rendah serta membutuhkan bandwidth yang relatif rendah. Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan menyesuaikan kebutuhan pengguna, bukan sebaliknya.

Sederhana, tetapi Tetap Berbasis Data

MonMon tidak dirancang sebagai aplikasi keuangan yang kompleks. Fitur utamanya berfokus pada kebutuhan dasar, yaitu mencatat pemasukan, mencatat pengeluaran, dan melihat data yang telah tersimpan.

Pada bagian pengeluaran, pengguna dapat memasukkan transaksi berdasarkan kategori yang tersedia. Sementara itu, pemasukan dapat dicatat berdasarkan sumbernya, seperti hasil penjualan, modal, maupun bantuan sosial.

Data yang terkumpul kemudian dapat membantu pelaku usaha melihat kondisi usahanya secara lebih terstruktur. Dari pencatatan sederhana tersebut, pelaku usaha mulai memiliki informasi yang dapat digunakan untuk memahami perkembangan bisnis dan menentukan langkah berikutnya.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya literasi data. Teknologi menjadi lebih bermakna ketika data yang dikumpulkan dapat dipahami dan dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Teknologi Tidak Berhenti pada Pembuatan Aplikasi

MonMon diperkenalkan secara langsung kepada pelaku usaha mikro melalui sosialisasi di Balai Desa Ciherang pada 7 November 2024. Kegiatan tersebut diikuti 44 pelaku usaha mikro dan mencakup edukasi mengenai pentingnya pencatatan keuangan serta tutorial penggunaan MonMon.

Pendampingan kemudian dilakukan untuk membantu pengguna memahami cara mencatat transaksi sekaligus membaca informasi yang dihasilkan dari data tersebut.

Setidaknya 90 persen pelaku usaha mikro yang mengikuti sesi pendampingan menunjukkan antusiasme, terutama ketika melihat tren usaha berdasarkan data keuangan yang telah mereka masukkan.

Setelah kegiatan, komunikasi tetap dilakukan melalui grup WhatsApp. Kanal tersebut menjadi ruang untuk membantu pengguna ketika menghadapi kendala sekaligus menerima masukan mengenai kebutuhan pengembangan fitur.

Dari Buku Catatan Menuju Keputusan Berbasis Data

Pengalaman pengembangan MonMon menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Bagi pelaku usaha mikro, digitalisasi dapat dimulai dari langkah sederhana mencatat transaksi secara rutin dan mengubah catatan tersebut menjadi informasi yang dapat dipahami.

Bagi Universitas Pertamina, pengembangan MonMon juga menjadi contoh bagaimana pembelajaran dapat dihubungkan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi mahasiswa Ilmu Komputer dan Ekonomi mempertemukan kemampuan teknologi dengan pemahaman bisnis untuk menghasilkan solusi yang berangkat dari persoalan pengguna.

Semangat tersebut sejalan dengan UPER Berdampak, yakni mendorong ilmu pengetahuan dan inovasi agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Inisiatif ini juga mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, MonMon bukan sekadar upaya mengganti buku catatan dengan layar smartphone. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana ilmu komputer dapat hadir untuk menyelesaikan persoalan sederhana namun nyata mengubah pencatatan menjadi data, dan data menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk menentukan langkah berikutnya.

Ingin mengembangkan solusi teknologi yang berdampak? Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komputasi sekaligus menerapkannya pada berbagai persoalan nyata di masyarakat dan industri.

Referensi:
Artikel ini disusun berdasarkan publikasi ilmiah: Almuzakki, M. Z., dkk. (2025). "Pengembangan Aplikasi Pencatatan Keuangan Ringan dan Mobile-Friendly Berbasis Website Untuk Unit Usaha Mikro." Jurnal SOLMA, 14(2), 2695–2705. https://doi.org/10.22236/solma.v14i2.18968

Kredit Foto: Dokumentasi Kegiatan

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved