ID / EN
Berita Populer

Karakteristik Ekonomi Digital yang Mengubah Cara Bisnis di Era Teknologi


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 3 September 2026
Dibaca: 8 kali
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat beraktivitas sekaligus menjalankan bisnis. Konsumen kini dapat mencari produk, bertransaksi, hingga mendapatkan layanan melalui perangkat digital. Perubahan tersebut menjadi bagian dari ekonomi berbasis teknologi atau digital economy yang semakin berperan dalam perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi pada April 2026, tumbuh 42,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CNBC). Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa teknologi digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Lantas, apa saja karakteristik ekonomi digital yang mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis?

1. Mengandalkan Konektivitas Digital

Internet menjadi fondasi utama ekonomi digital karena memungkinkan perusahaan terhubung dengan konsumen, mitra, dan pemasok tanpa batas geografis. World Bank mencatat penggunaan internet di Indonesia meningkat dari 54 persen populasi pada 2020 menjadi 72,8 persen pada 2024.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, perusahaan juga perlu memastikan layanan digital dapat memberikan pengalaman yang cepat, mudah, dan konsisten bagi konsumen.

2. Data Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan

Aktivitas digital menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memahami perilaku konsumen dan perkembangan pasar. Data tersebut dapat membantu perusahaan melakukan segmentasi pelanggan, mengevaluasi strategi pemasaran, hingga mengembangkan produk.

Bappenas menempatkan penguatan data, cloud computing, dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai bagian dari agenda transformasi digital Indonesia. Artinya, kemampuan mengelola dan menerjemahkan data menjadi keputusan bisnis semakin penting di tengah persaingan.

3. Model Bisnis Semakin Fleksibel

Ekonomi digital juga mendorong munculnya berbagai model bisnis baru, seperti e-commerce, layanan berbasis aplikasi, platform digital, dan sistem berlangganan.

BPS melalui Statistik E-Commerce 2024 menunjukkan bahwa perdagangan elektronik telah menjadi bagian dari aktivitas usaha di berbagai wilayah Indonesia. Perkembangan ini membuat perusahaan perlu terus mengevaluasi model bisnisnya agar tetap sesuai dengan perubahan kebutuhan konsumen.

4. Menuntut Adaptasi dan Inovasi

Perubahan teknologi berlangsung cepat sehingga perusahaan dituntut mampu beradaptasi. Penggunaan AI, otomatisasi, dan teknologi digital lainnya dapat membantu meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru seperti keamanan siber, perlindungan data, dan perubahan kebutuhan keterampilan tenaga kerja.

OECD menilai transformasi digital Indonesia perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan digital, keamanan siber, dan perlindungan data. Dengan demikian, transformasi digital bukan sekadar persoalan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut dikelola untuk menciptakan nilai bagi bisnis.

Peran Manajemen di Tengah Ekonomi Digital

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya tanggung jawab tim teknologi. Keputusan untuk menggunakan AI, mengembangkan layanan digital, memanfaatkan data, atau mengubah model bisnis merupakan bagian dari keputusan strategis yang membutuhkan kemampuan manajerial.

Karena itu, profesional perlu memahami bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan strategi bisnis, pengelolaan risiko, keuangan, hingga pengambilan keputusan. Kompetensi tersebut menjadi semakin relevan bagi manajer yang menghadapi lingkungan bisnis yang cepat berubah.

Melalui Program Magister Manajemen Universitas Pertamina (UPER), mahasiswa dapat memperkuat kemampuan manajerial dengan perspektif yang relevan terhadap kebutuhan dunia bisnis. Program ini memiliki fokus pada Manajemen Risiko dan Keuangan Berkelanjutan, yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi kompleksitas dan perubahan lingkungan bisnis.

Perkembangan ekonomi digital juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi, serta Asta Cita ke-3 yang mendorong kewirausahaan dan pengembangan industri. Di sisi lain, transformasi ini mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui peningkatan produktivitas, inovasi, dan konektivitas.

Bagi profesional yang ingin mengembangkan kompetensi manajerial di tengah perubahan ekonomi digital, Magister Manajemen Universitas Pertamina dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Informasi program dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina.

Referensi:
World Bank Group. (2025). Fondasi Digital untuk Pertumbuhan. 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved