ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Bekali Siswa SMAN 1 Depok Pemahaman Transisi Energi dan Tantangan Masa Depan


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 13 Juni 2026
Dibaca: 124 kali
Transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan. Membangun literasi energi sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat mampu memahami tantangan sekaligus peluang yang muncul di tengah perubahan lanskap energi global. 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Peningkatan Literasi Transisi Energi pada Siswa SMAN 1 Depok."

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional dan Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina ini dilaksanakan di SMAN 1 Depok dan diikuti sekitar 90 siswa. Program berlangsung dalam dua sesi, yakni pada 22 Mei dan 19 Juni 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen UPER Berdampak dalam menghadirkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak memahami berbagai isu strategis di sektor energi, mulai dari tingginya ketergantungan terhadap energi fosil, meningkatnya kebutuhan energi nasional, hingga urgensi pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan energi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tim pelaksana terdiri atas dosen lintas disiplin, yaitu Silvia Dian Anggraeni, M.A., Yelita Anggiane Iskandar, S.T., M.T., Ardila Putri, Ph.D., Novita P. Rudiany, M.A., dan Dr. M. Fauzi Abdul Rachman, M.A. Kolaborasi tersebut menghadirkan sudut pandang yang saling melengkapi, mulai dari kebijakan publik, pembangunan berkelanjutan, hingga aspek logistik dan distribusi energi.

Selain membahas konsep transisi energi, peserta juga diperkenalkan pada berbagai peluang yang lahir dari perkembangan sektor energi bersih. Mereka didorong untuk melihat bahwa perubahan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi berskala besar, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan menggunakan energi secara lebih bijak, lahirnya gagasan kreatif, hingga pemanfaatan teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ketua tim pelaksana, Silvia, berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan peserta sekaligus mendorong mereka mengambil peran dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi siswa SMAN 1 Depok mengenai transisi energi sehingga mereka memahami tantangan sekaligus peluang yang menyertainya. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan gagasan dan inovasi yang mendukung pemanfaatan energi yang lebih bersih serta berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Silvia.

Pelaksanaan program ini juga selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita ke-2, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Peningkatan literasi energi di kalangan pelajar menjadi salah satu fondasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung transformasi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7: Affordable and Clean Energy, melalui peningkatan pemahaman pelajar mengenai pentingnya pengembangan energi bersih sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan. Pembahasan mengenai tantangan ketergantungan terhadap energi fosil dan peluang inovasi di sektor energi diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya transformasi energi bagi masa depan.

Program ini juga berkontribusi pada SDG 13: Climate Action dengan memperkenalkan keterkaitan antara penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, dan perubahan iklim. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong lahirnya perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus memunculkan gagasan-gagasan baru yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Pertamina terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan ilmu tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembekalan literasi energi sejak jenjang sekolah diharapkan menjadi bekal bagi lahirnya sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam mewujudkan masa depan energi Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan. [AH]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved