ID / EN
Berita Kampus

Hadirkan Inovasi Berdampak, Mahasiswa Perminyakan UPER Jadi Juara IPFEST 2026


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 28 Februari 2026
Dibaca: 268 kali
Transisi energi global mendorong industri hulu migas untuk menghadirkan teknologi yang mampu menjaga ketahanan energi sekaligus menekan emisi karbon. Salah satu pendekatan yang kini semakin berkembang adalah pemanfaatan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang dipadukan dengan Enhanced Oil Recovery (EOR). Melalui pendekatan tersebut, karbon dioksida (CO₂) tidak hanya disimpan secara aman di bawah permukaan bumi, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi minyak sehingga mendukung operasi migas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di tengah tantangan tersebut, mahasiswa sebagai calon profesional energi dituntut mampu menghadirkan solusi inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan industri sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Komitmen tersebut dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina yang berhasil meraih Juara 1 Well Design Competition pada ajang Integrated Petroleum Festival 2026 (IPFEST 2026) bertema Optimizing Well Design for Long-Term Energy Sustainability. Kompetisi yang berlangsung pada 30 November 2025 hingga 14 Februari 2026 ini ditutup dengan babak final secara luring pada 13 Februari 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kompetisi diikuti oleh 39 tim dari 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, serta peserta internasional dari Malaysia dan Aljazair. Setelah melalui proses seleksi yang kompetitif, delapan tim dari enam universitas berhasil melaju ke babak final untuk mempresentasikan rancangan sumur terbaik di hadapan dewan juri yang berasal dari akademisi dan praktisi industri migas.

Prestasi tersebut diraih oleh Tim SPARTA Universitas Pertamina yang beranggotakan lima mahasiswa Teknik Perminyakan angkatan 2023, yaitu Afifah Amelia, Albertus Adrian Wirya Prabowo, Aldi Septialdi Nurcahya, Earlangga Caesaranu Dwipoetra, dan Muhammad Farid Majedi. Tim menghadirkan inovasi bertajuk Integrated HPHT Injection Well Design, sebuah rancangan sumur produksi yang dapat dikonversi menjadi sumur injeksi untuk mengoptimalkan sekuestrasi CO₂ sekaligus mendukung proses Enhanced Oil Recovery (EOR) di Lapangan Aurelia secara berkelanjutan.

Melalui inovasi tersebut, Tim SPARTA merancang sistem yang memungkinkan transisi dari sumur produksi menjadi sumur injeksi dilakukan secara lebih efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keekonomian, maupun standar teknis industri. Pendekatan ini diharapkan mampu memperpanjang umur produktif lapangan migas sekaligus mengurangi emisi karbon melalui penyimpanan CO₂ di bawah permukaan.

"Inovasi ini kami rancang agar transisi dari sumur produksi ke sumur injeksi dapat dilakukan secara efisien, terukur, dan tetap memenuhi standar teknis serta keekonomian industri. Dengan demikian, solusi ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasi migas, tetapi juga berkontribusi pada upaya dekarbonisasi sektor hulu migas," ujar Afifah.

Inovasi yang dikembangkan Tim SPARTA sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan teknologi yang mendukung transisi energi berkelanjutan, serta mendorong penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai fondasi peningkatan daya saing bangsa. Melalui integrasi teknologi CCUS dan EOR, inovasi ini menawarkan solusi yang mampu menjaga produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon Indonesia.

Selain itu, inovasi tersebut juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Desain sumur injeksi berkelanjutan yang dikembangkan Tim SPARTA berpotensi memberikan dampak nyata berupa optimalisasi penyimpanan CO₂, peningkatan efisiensi operasi hulu migas, serta peningkatan oil recovery tanpa harus membuka lapangan baru. Pendekatan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan produksi energi nasional, tetapi juga memperkuat upaya dekarbonisasi industri migas menuju sistem energi yang lebih rendah emisi.

Tim SPARTA mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu mulai dari rekayasa reservoir, pengeboran, produksi, hingga analisis keekonomian. Pendekatan multidisiplin tersebut menghasilkan rancangan sumur yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga realistis untuk diterapkan sesuai kebutuhan industri.

Pada sesi final, tim juga menegaskan bahwa penggunaan pendekatan integratif berbasis simulasi komprehensif menjadi keunggulan utama dalam rancangan mereka. Simulasi tersebut memungkinkan setiap keputusan desain dianalisis dari berbagai aspek sehingga menghasilkan solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek operasional, keselamatan, dan keekonomian secara menyeluruh.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi capaian Tim SPARTA yang dinilai mencerminkan kemampuan mahasiswa UPER dalam menghadirkan inovasi berdampak berbasis riset untuk menjawab tantangan nyata industri energi.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri energi saat ini. Melalui kurikulum yang terintegrasi dengan dunia industri, pembelajaran berbasis proyek, dan budaya riset yang kuat, Universitas Pertamina terus mendorong lahirnya talenta energi yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi nasional serta mendukung transisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan,"ujar Prof. Djoko.

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved