Isu transisi energi hijau menjadi sorotan dalam forum diskusi lintas sektor yang digelar di Universitas Pertamina. Melalui kegiatan ini, akademisi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan energi membahas pentingnya kolaborasi strategis untuk mempercepat adopsi energi bersih secara berkelanjutan.
Diskusi tersebut berlangsung dalam International Seminar MANUFEST 7.0 yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Universitas Pertamina dengan mengangkat tema Future in Partnership: Strategic Collaboration for a Greener Tomorrow. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk merespons tantangan transisi energi nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Seminar menghadirkan sejumlah pakar energi dan teknologi, dengan Surya Darma, PhD., Dipl. Geotherm. Tech sebagai pembicara utama terkait kolaborasi transisi energi hijau. Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini membahas teknologi baterai, sementara Ir. Faizal Safa, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., ACPE menyoroti kemitraan industri untuk penguatan ekosistem energi berkelanjutan.
Dalam paparannya, Surya Darma menekankan bahwa transisi energi tidak dapat dijalankan secara parsial. Kolaborasi lintas disiplin dan sektor dinilai menjadi kunci agar inovasi energi berkelanjutan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak luas.
Forum ini juga membuka ruang dialog interaktif antara narasumber dan peserta. Diskusi mencerminkan berbagai pandangan mengenai tantangan dan peluang transisi energi, serta pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan generasi muda dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan.
Ketua Pelaksana MANUFEST 7.0, Haekal Gibran Fahreza Ad Dimasyqie, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan diskusi strategis yang relevan dengan kebutuhan masa depan Indonesia. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi di bidang energi berkelanjutan.
“MANUFEST 7.0 dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan akademisi, industri, dan mahasiswa untuk membahas isu transisi energi dan keberlanjutan secara komprehensif. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas sektor,” ujar Haekal.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada sektor energi, Universitas Pertamina terus mendorong sinergi antara akademisi, industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem transisi energi hijau dan menciptakan dampak nyata bagi masa depan bangsa. [MP]