ID / EN
Berita Populer

Di Balik Letusan Lewotobi, Bagaimana Teknik Geologi Membaca Tanda-Tanda Alam


Published by: Universitas Pertamina Senin, 18 Mei 2026
Dibaca: 31 kali
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi perhatian publik setelah serangkaian erupsi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan gempa vulkanik, kolom abu tinggi, hingga lontaran material pijar yang berdampak pada wilayah sekitar gunung. Bahkan, letusan besar pada 2024 menyebabkan korban jiwa, kerusakan permukiman, dan gangguan aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia Timur.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire memiliki tingkat aktivitas geologi yang sangat tinggi. Dengan lebih dari 120 gunung api aktif, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mitigasi bencana geologi. Dalam kondisi seperti ini, peran ilmu kebumian, khususnya teknik geologi, menjadi sangat penting untuk membantu memahami tanda-tanda alam sebelum terjadinya bencana yang lebih besar.

Teknik geologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari bumi, struktur batuan, aktivitas vulkanik, hingga dinamika lapisan bawah permukaan. Dalam konteks gunung api seperti Lewotobi, ahli geologi bertugas melakukan pengamatan terhadap perubahan aktivitas gunung melalui berbagai indikator, seperti peningkatan gempa vulkanik, deformasi tubuh gunung, suhu kawah, perubahan gas vulkanik, hingga pola aliran magma di bawah permukaan bumi.

Melalui pendekatan ilmiah tersebut, para ahli dapat memetakan potensi erupsi serta menentukan tingkat bahaya suatu gunung api. Data hasil pengamatan kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan status siaga, radius bahaya, hingga proses evakuasi masyarakat. Dengan kata lain, ilmu geologi tidak hanya mempelajari bumi secara teoritis, tetapi juga memiliki peran langsung dalam melindungi keselamatan manusia.

Kemajuan teknologi turut memperkuat kemampuan teknik geologi dalam membaca fenomena alam. Saat ini, pemantauan aktivitas vulkanik dilakukan menggunakan berbagai instrumen modern seperti sensor seismik, citra satelit, drone pemetaan, hingga pemodelan komputer berbasis data geospasial. Teknologi tersebut memungkinkan analisis aktivitas gunung api dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan real-time.

Selain mitigasi bencana, teknik geologi juga memiliki kontribusi besar dalam pengembangan energi dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Kajian geologi digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, panas bumi (geothermal), mineral energi, hingga konservasi lingkungan. Oleh sebab itu, kebutuhan terhadap tenaga ahli geologi terus meningkat seiring berkembangnya sektor energi, infrastruktur, dan mitigasi kebencanaan di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi profesional yang mampu memahami dinamika alam sekaligus menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan energi dan teknologi berkelanjutan, Universitas Pertamina melalui Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina menghadirkan Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan masa depan.

Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina mempelajari bumi dalam kerangka empat dimensi, yakni ruang dan waktu, dengan fokus pada sektor energi seperti minyak dan gas bumi, panas bumi, mineral energi, serta aspek lingkungan dan konservasi. Mahasiswa juga dibekali kemampuan analisis geologi lapangan, pemetaan geologi, interpretasi data kebumian, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam eksplorasi dan mitigasi bencana.

Pengembangan ilmu tersebut juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak, tujuan ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau, serta tujuan ke-13 terkait penanganan perubahan iklim. Pemanfaatan ilmu geologi dalam pengembangan energi panas bumi, konservasi air tanah, dan mitigasi bencana alam menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Peristiwa letusan Lewotobi menjadi pengingat bahwa alam selalu memberikan tanda-tanda yang dapat dipelajari melalui ilmu pengetahuan. Di balik setiap aktivitas vulkanik, terdapat proses geologi kompleks yang membutuhkan pemahaman mendalam agar risiko bencana dapat diminimalkan. Oleh sebab itu, pengembangan pendidikan dan riset di bidang teknik geologi menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia sebagai negara yang hidup berdampingan dengan dinamika alam.

Bagi generasi muda yang tertarik mempelajari fenomena bumi, energi, dan mitigasi bencana, informasi lengkap mengenai Program Studi Teknik Geologi dan proses pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui halaman Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina.

Sumber:
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2024). PVMBG Turunkan Status G. Lewotobi dari Awas ke Siaga. 

Foto: Doc. Kementerian ESDM


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved