ID / EN
Berita Populer

Carbon Capture and Storage: Teknologi Penangkap Karbon untuk Masa Depan


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 2 April 2026
Dibaca: 106 kali
Perubahan iklim menjadi tantangan global yang semakin nyata. Data dari International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa emisi karbon dioksida (CO₂) global dari sektor energi mencapai lebih dari 37,6 miliar ton per tahun. Namun, kapasitas teknologi penangkapan karbon saat ini baru mampu menangkap sekitar 50 juta ton CO₂ per tahun, atau kurang dari 1% dari total emisi global.

Di sisi lain, pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) terus meningkat dengan ratusan proyek yang sedang dikembangkan di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa carbon capture jadi solusi emisi karbon yang semakin diperhitungkan dalam upaya menekan dampak perubahan iklim secara global.

Apa Itu Carbon Capture and Storage?

Carbon Capture and Storage (CCS) adalah teknologi yang digunakan untuk menangkap karbon dioksida (CO₂) dari sumber emisi besar seperti pembangkit listrik dan industri, kemudian menyimpannya agar tidak terlepas ke atmosfer.

Teknologi ini menjadi penting karena tidak semua sektor dapat langsung beralih ke energi terbarukan. Industri seperti semen, baja, dan kimia tetap menghasilkan emisi tinggi, sehingga CCS hadir sebagai solusi untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Bagaimana Cara Kerja Carbon Capture?

Secara umum, CCS bekerja melalui tiga tahap utama:

1. Penangkapan Karbon (Capture): 
CO₂ ditangkap dari sumber emisi besar seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil serta industri semen, baja, dan kimia.

2. Transportasi (Transport): 
Gas CO₂ yang sudah ditangkap kemudian dikompresi dan diangkut melalui pipa atau kapal menuju lokasi penyimpanan.

3. Penyimpanan (Storage): 
CO₂ disimpan secara permanen di lapisan batuan bawah tanah, seperti reservoir minyak dan gas yang sudah tidak aktif atau akuifer air asin dalam. Proses ini dilakukan dengan menyuntikkan CO₂ ke dalam formasi geologi yang memiliki struktur kedap, sehingga gas tidak mudah bocor ke permukaan. Dengan cara ini, CO₂ dapat “dikunci” dalam jangka panjang agar tidak kembali ke atmosfer dan memperparah pemanasan global.

Manfaat Carbon Capture bagi Lingkungan

Carbon capture memberikan manfaat besar dalam menekan emisi karbon, terutama dari sektor industri berat yang sulit dikurangi. Teknologi ini juga mendukung transisi energi menuju sistem yang lebih bersih serta membantu mencapai target net zero emissions di masa depan.

Selain itu, pengembangan CCS membuka peluang inovasi baru di bidang energi dan lingkungan, termasuk pemanfaatan kembali CO₂ untuk kebutuhan industri tertentu.

Teknologi Carbon Capture and Storage sangat erat kaitannya dengan Program Studi Teknik Lingkungan di Universitas Pertamina. Mahasiswa di bidang ini mempelajari bagaimana mengelola emisi, menganalisis dampak lingkungan, serta merancang solusi berkelanjutan untuk mengatasi perubahan iklim, termasuk melalui penerapan teknologi CCS.

Pengembangan CCS juga berkontribusi langsung terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan kemampuannya mengurangi emisi karbon, teknologi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan global.

Tertarik jadi bagian dari solusi energi masa depan? Yuk, mulai langkahmu bersama Universitas Pertamina dan pelajari lebih lanjut melalui laman resmi https://pmb.universitaspertamina.ac.id/
 
DAFTAR PUSTAKA
International Energy Agency. (2024). Carbon capture, utilisation and storage. https://www.iea.org/fuels-and-technologies/carbon-capture-utilisation-and-storage
International Energy Agency. (2025). Global energy review 2025: CO₂ emissions. https://www.iea.org/reports/global-energy-review-2025/co2-emissions
Statista. (2025). Carbon capture and storage (CCS). https://www.statista.com/topics/4101/carbon-capture-and-storage/
 
Kredit Foto: via Freepik
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved