Jakarta, 26 Oktober 2026 – Universitas Pertamina melalui Program Pasca Sarjana menyelenggarakan kegiatan UPER Graduate Impact Forum 2026, sebuah forum diseminasi hasil penelitian mahasiswa pascasarjana yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di Ruang 2101, Gedung Griya Legita, Universitas Pertamina.
Mengusung semangat "Knowledge Today, Greater Impact Tomorrow", kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa pascasarjana untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan. Forum ini juga bertujuan menjembatani hasil penelitian akademik dengan berbagai permasalahan nyata yang dihadapi dunia usaha, industri, dan masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dhany Yudha Bintang Perdana, Direktur Samudera Konsultan Indonesia, sebagai perwakilan praktisi industri. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pengembangan keilmuan di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia profesional, khususnya dalam mendorong relevansi serta pemanfaatan hasil penelitian.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, Dr. Dra. Dwi Anita Suryandari, M.Biomed., dilanjutkan dengan sesi diseminasi penelitian, diskusi, dan tanya jawab.
Sebanyak empat mahasiswa dari Program Studi Magister Manajemen diberi kesempatan memaparkan hasil penelitiannya. Beragam topik yang diangkat menunjukkan kontribusi penelitian pascasarjana dalam menjawab tantangan tata kelola organisasi, pengelolaan risiko, ketahanan energi, dan keberlanjutan.
Salah satu penelitian yang dipresentasikan adalah karya Danny Daniel mengenai Pengaruh Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) terhadap Implementasi Sertifikasi Halal pada UMKM Makanan dan Minuman di Jabodetabek. penelitian ini melibatkan 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut memberikan pengaruh positif terhadap implementasi sertifikasi halal. Manajemen risiko memiliki pengaruh paling besar, diikuti tata kelola dan kepatuhan.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan memerlukan pengelolaan risiko bahan baku, pengawasan pemasok, dan konsistensi proses produksi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM dan regulator untuk memperkuat pendampingan serta pengawasan setelah sertifikasi diterbitkan.
Sementara itu, Abdur Rasyid memaparkan penelitian berjudul The Impact of Enterprise Risk Management Quality on Profitability and Firm Value: Empirical Evidence from Public Listed Energy Companies in Indonesia (2020–2024). Penelitian ini dilakukan terhadap 53 perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024.
Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas penerapan Enterprise Risk Management (ERM) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas jangka pendek yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Namun, kualitas ERM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobin’s Q, yaitu rasio yang membandingkan nilai pasar perusahaan dengan nilai penggantian asetnya. Semakin tinggi nilai Tobin’s Q, semakin tinggi pula penilaian pasar terhadap perusahaan relatif terhadap nilai aset yang dimilikinya.
Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko yang berkualitas dapat memberikan nilai strategis jangka panjang, sekalipun manfaatnya belum langsung tercermin dalam laba perusahaan. Penelitian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya transparansi dan pengungkapan praktik manajemen risiko untuk meningkatkan kepercayaan investor. Isu ketahanan energi menjadi salah satu perhatian dalam forum ini, khususnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Yohan Tristianto mempresentasikan penelitian berjudul Geopolitical Risk, Climate Risk, and ESG Performance: Evidence from Energy Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. Penelitian ini menggunakan data 60 perusahaan sektor energi selama periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko geopolitik dan risiko iklim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ESG perusahaan. Kedua faktor tersebut, bersama karakteristik perusahaan dalam model penelitian, mampu menjelaskan 49,7 persen variasi kinerja ESG.
Temuan ini mengindikasikan bahwa meningkatnya risiko tidak selalu menghambat upaya keberlanjutan. Dalam kondisi tertentu, tekanan eksternal justru dapat mendorong perusahaan memperkuat tata kelola, tanggung jawab lingkungan, dan strategi keberlanjutannya. Pada topik lainnya, Deffrensia Agustian Welda Eka Putra Fernandes mengangkat penelitian mengenai pengaruh risiko geopolitik terhadap harga dan volatilitas minyak global serta implikasinya terhadap ketahanan energi Indonesia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa risiko geopolitik dapat memengaruhi harga minyak global dan merambat pada biaya impor energi, kebutuhan subsidi, serta risiko pasokan energi nasional. Salah satu temuan penting adalah adanya jeda waktu antara munculnya guncangan geopolitik dengan dampaknya terhadap berbagai indikator energi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pemerintah dan pelaku industri untuk melakukan langkah antisipatif melalui pemantauan risiko, penyesuaian strategi pengadaan energi, dan perencanaan kebijakan fiskal.
Melalui penelitian tersebut, hasil kajian akademik diharapkan dapat menjadi salah satu masukan dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan kondisi energi global.
Selain menjadi ruang penyampaian hasil penelitian, UPER Graduate Impact Forum 2026 juga dirancang sebagai forum pertukaran pengetahuan antara mahasiswa S1 dan S2 Universitas Pertamina, serta akademisi, dan praktisi.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mendalami temuan penelitian, mengevaluasi relevansi hasil riset, serta mengeksplorasi potensi penerapannya pada berbagai sektor.
Keberagaman topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan pendekatan multidisiplin dalam pendidikan pascasarjana Universitas Pertamina. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kontribusi akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, industri, regulator, dan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan UPER Graduate Impact Forum 2026, Universitas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendorong budaya penelitian yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada dampak nyata.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas diseminasi hasil penelitian mahasiswa serta mempererat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri maupun masyarakat.