ID / EN
Berita Populer

Tanpa Literasi Keuangan, Investasi Bisa Jadi Jebakan: Simak Tips untuk Lebih Melek Keuangan!


Published by: Universitas Pertamina Senin, 4 Mei 2026
Dibaca: 24 kali
Investasi kini semakin populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudahan akses aplikasi investasi dan maraknya konten finansial di media sosial membuat semakin banyak orang tertarik mencoba berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga aset berbasis syariah. Namun, di balik tren tersebut, masih banyak masyarakat yang berinvestasi tanpa bekal literasi keuangan yang memadai.

Padahal, keputusan investasi tidak cukup hanya bermodal ikut tren atau tergiur keuntungan besar. Tanpa pemahaman yang baik mengenai risiko dan pengelolaan keuangan, investasi justru dapat berubah menjadi jebakan finansial yang merugikan.

Hal ini diperkuat oleh penelitian berjudul "The Effect of Financial Literacy, Risk Tolerance, and Qanun Number 11 of Islamic Financial Institution on Interest Investment in Banda Aceh Sharia Capital Market" yang dilakukan oleh Ajeng Syarani dan Elan Nurhadi Purwanto dari Universitas Pertamina. 

Penelitian tersebut menemukan bahwa literasi keuangan, toleransi risiko, dan regulasi keuangan syariah memiliki pengaruh signifikan terhadap minat masyarakat Banda Aceh untuk berinvestasi di pasar modal syariah. Ketiga faktor tersebut bahkan mampu menjelaskan 62,8 persen variasi minat investasi masyarakat (Syarani, Purwanto, 2022).

Literasi Keuangan Jadi Kunci Keputusan Investasi Cerdas

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa seseorang dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu memahami produk investasi, menghitung potensi risiko, serta mengambil keputusan investasi secara rasional. Sebaliknya, rendahnya pemahaman keuangan membuat masyarakat lebih rentan terjebak investasi bodong atau keputusan impulsif akibat takut tertinggal tren.

Tingkat literasi keuangan di Indonesia hingga saat ini masih menjadi perhatian. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan nasional berada pada angka 66,46 persen (OJK, 2025). 

Namun, pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah masih relatif lebih rendah, dengan tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen dan indeks inklusi keuangan syariah yang baru mencapai 13,41 persen (Tempo, 2025). Artinya, masih banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan tetapi belum benar-benar memahami cara kerja dan risiko produk finansial yang digunakan.

Kurangnya pemahaman ini sering membuat seseorang hanya fokus pada keuntungan tanpa mempertimbangkan risiko investasi. Padahal dalam dunia investasi, prinsip “high risk, high return” selalu berlaku. Semakin besar potensi keuntungan, semakin besar pula risiko yang harus dihadapi.

Pentingnya Memahami Toleransi Risiko Investasi

Selain literasi keuangan, penelitian Universitas Pertamina juga menemukan bahwa toleransi risiko investasi memiliki pengaruh positif terhadap minat investasi masyarakat.

Toleransi risiko adalah kemampuan seseorang dalam menerima kemungkinan kerugian saat berinvestasi. Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda. Ada investor yang nyaman menghadapi fluktuasi pasar demi potensi keuntungan besar, tetapi ada pula yang lebih memilih instrumen aman dengan risiko rendah.

Pemahaman terhadap profil risiko menjadi penting agar investor tidak mudah panik ketika pasar turun atau mengambil keputusan emosional yang berujung kerugian. Investor pemula, misalnya, disarankan mulai dari instrumen dengan risiko lebih rendah sambil mempelajari dinamika pasar secara bertahap.

Meningkatkan literasi keuangan sebenarnya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti belajar menyusun anggaran bulanan, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, hingga mempelajari instrumen investasi dasar sebelum mulai menanamkan modal. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan bahwa platform investasi yang digunakan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Investasi Pasar Modal Syariah Semakin Dilirik

Perkembangan investasi pasar modal syariah juga menjadi sorotan dalam penelitian tersebut. Keberadaan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh dinilai meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi karena dianggap lebih sesuai dengan prinsip syariah dan bebas dari riba, gharar, serta maisir (Syarani, Purwanto, 2022).

Fenomena ini menunjukkan bahwa regulasi dan edukasi memiliki peran besar dalam membangun minat investasi masyarakat. Ketika masyarakat merasa sistem keuangan lebih transparan dan aman, minat untuk berinvestasi pun meningkat.

Di Indonesia sendiri, pasar modal syariah terus berkembang. Data OJK menunjukkan bahwa jumlah investor syariah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi berbasis prinsip syariah.

Relevansi dengan Program Studi Manajemen Universitas Pertamina

Isu literasi keuangan dan perilaku investasi juga menjadi salah satu fokus pembelajaran di Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, khususnya dalam bidang manajemen keuangan dan investasi. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pengelolaan keuangan perusahaan, tetapi juga bagaimana memahami perilaku investor, analisis risiko, hingga strategi pengambilan keputusan investasi yang tepat.

Pendekatan ini menjadi penting karena dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami kondisi pasar sekaligus memiliki kemampuan literasi finansial yang baik. Dengan pemahaman tersebut, lulusan manajemen diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang sehat dan terencana.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Peningkatan literasi keuangan dan edukasi investasi juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Topik ini mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan pengetahuan finansial masyarakat, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan inklusi keuangan dan investasi produktif, serta SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan melalui akses edukasi dan layanan keuangan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari dunia manajemen, investasi, dan pengelolaan keuangan secara lebih mendalam, Program Studi Manajemen Universitas Pertamina menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi modern. Informasi lengkap mengenai program studi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id.

Daftar Pustaka:
Syarani, A., Purwanto, E. N., (2022). The Effect of Financial Literacy, Risk Tolerance, and Qanun Number 11 of Islamic Financial Institution on Interest Investment in Banda Aceh Sharia Capital Market. https://eudl.eu/doi/10.4108/eai.31-3-2022.2321010 


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved