ID / EN
Berita Populer

Strategi Sponsorship MotoGP: Mengapa Brand Besar Berinvestasi dalam Balapan


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 21 Oktober 2026
Dibaca: 5 kali

Deru mesin, persaingan antarpembalap, dan sorotan kamera dari berbagai negara membuat MotoGP lebih dari sekadar ajang olahraga. Di balik setiap balapan, terdapat industri besar yang mempertemukan olahraga, hiburan, pariwisata, media, hingga bisnis. Tidak mengherankan jika berbagai perusahaan bersedia menginvestasikan dana untuk menjadi sponsor dan menempatkan mereknya di tengah perhatian jutaan penonton.

Fenomena tersebut juga terlihat di Indonesia melalui MotoGP Mandalika. Pada penyelenggaraan 2026, Pertamina Grand Prix of Indonesia mencatat rekor 157.875 penonton selama tiga hari balapan. Jumlah ini meningkat 12,5 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 140.324 penonton. Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan MotoGP 2026 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp5,2 triliun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sponsorship dalam olahraga tidak sekadar persoalan memasang logo perusahaan di lintasan atau seragam pembalap. Bagi perusahaan, ajang seperti MotoGP merupakan ruang untuk membangun brand awareness, memperkuat citra, menjangkau pasar baru, sekaligus menciptakan pengalaman langsung dengan konsumen.

Bukan Sekadar Pasang Logo

Dalam perspektif manajemen, sponsorship dapat dipandang sebagai investasi pemasaran. Perusahaan perlu menentukan apakah sebuah event memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar, seberapa besar eksposur yang diperoleh, hingga bagaimana investasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis.

MotoGP memiliki daya tarik karena menggabungkan beberapa elemen sekaligus. Penonton tidak hanya menyaksikan kompetisi, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai merek yang hadir melalui booth, aktivasi digital, produk merchandise, hingga pengalaman di lokasi.

Nilai komersialnya pun semakin besar ketika sebuah event memiliki daya jangkau internasional. Kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dan sejumlah kementerian/lembaga mengenai MotoGP Mandalika 2025 memperkirakan dampak ekonomi mencapai Rp2,7–4,7 triliun. Kajian tersebut juga mencatat nilai Advertising Value Equivalency (AVE) dari eksposur media global sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Bagi perusahaan, eksposur seperti ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi komunikasi merek. Semakin kuat hubungan antara merek, event, dan audiens yang dituju, semakin besar peluang sponsorship memberikan manfaat jangka panjang.

Mengapa Brand Besar Tertarik pada MotoGP?

Ada beberapa alasan mengapa MotoGP menarik bagi perusahaan.

Pertama, jangkauan audiens. MotoGP mempertemukan penggemar olahraga, komunitas otomotif, wisatawan, hingga masyarakat umum. Pada 2026, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia bahkan disiarkan ke lebih dari 200 negara dengan potensi audiens global hingga 700 juta penonton.

Kedua, penguatan citra merek. Perusahaan dapat mengasosiasikan mereknya dengan nilai tertentu yang melekat pada olahraga, seperti kecepatan, inovasi, kompetisi, presisi, dan performa.

Ketiga, aktivasi pemasaran. Sponsorship dapat dikembangkan menjadi berbagai aktivitas yang membuat konsumen tidak hanya melihat merek, tetapi juga berinteraksi dengannya. Dalam konteks ini, keberhasilan sponsorship tidak cukup diukur dari seberapa sering logo muncul di layar, tetapi juga dari bagaimana konsumen merespons pengalaman yang diberikan.

Keempat, dampak ekonomi yang lebih luas. MotoGP Mandalika 2025 melibatkan lebih dari 600 UMKM dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja. Pada 2026, jumlah UMKM yang terlibat meningkat menjadi 769 dengan lebih dari 3.500 pekerja lokal NTB terlibat dalam penyelenggaraan.

Artinya, sebuah event olahraga dapat menciptakan multiplier effect yang jauh melampaui arena balap.

Belajar Manajemen dari MotoGP Mandalika 2028

Jika MotoGP Mandalika terus dikembangkan hingga 2028, peluang bisnis yang muncul tidak hanya berada pada penyelenggaraan balapan. Ekosistemnya mencakup pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, media, hingga pemasaran.

Di sinilah kemampuan manajemen menjadi penting. Perusahaan perlu menghitung return on investment (ROI), menentukan segmentasi pasar, mengelola anggaran sponsorship, merancang strategi pemasaran, membaca perilaku konsumen, sekaligus mengukur keberhasilan kampanye.

Perspektif tersebut sejalan dengan arah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Bappenas menempatkan pengembangan produktivitas, inovasi, industri, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sebagai bagian penting dari agenda SDGs Indonesia.

Pengembangan sport tourism juga selaras dengan Asta Cita, khususnya misi untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan dan industri kreatif, memperkuat pembangunan SDM, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Bagi Universitas Pertamina (UPER), perspektif tersebut diterjemahkan melalui semangat UPER Berdampak: menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada teori, tetapi mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program Studi Manajemen UPER sendiri memiliki visi pengembangan ilmu manajemen berstandar internasional di bidang energi dengan landasan inovasi dan kewirausahaan. Mahasiswa juga dapat mendalami peminatan seperti manajemen keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, dan operasional.

Dengan demikian, fenomena sponsorship MotoGP dapat menjadi contoh nyata bagaimana ilmu manajemen bekerja dalam dunia bisnis. Di balik satu logo yang terlihat di lintasan, terdapat keputusan tentang strategi, anggaran, target pasar, branding, risiko, hingga pengukuran dampak.

Bagi calon mahasiswa yang ingin memahami bagaimana sebuah bisnis mengambil keputusan, membangun merek, mengelola sumber daya, dan menciptakan nilai bagi masyarakat, Program Studi Manajemen UPER dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Saatnya menjadi bagian dari generasi yang mampu membaca peluang bisnis sekaligus menciptakan dampak. Daftarkan dirimu di Universitas Pertamina dan mulai perjalananmu bersama UPER Berdampak.

Referensi:
Kemenpora. (2026). Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pecahkan Rekor pengunjung, Dampak Ekonomi Tembus Rp5,2 Triliun. https://www.kemenpora.go.id/detail/7295/pertamina-grand-prix-of-indonesia-2026-pecahkan-rekor-pengunjung 

Kemenpora. (2026). BAPPENAS Luncurkan Buku MotoGP Mandalika 2025 dan Mulai Penyusunan Desain Besar Industri Olahraga Nasional. https://www.kemenpora.go.id/detail/7222/bappenas-luncurkan-buku-motogp-mandalika-2025-dan-mulai-penyusuna 

InJourney. (2026). Lewat MotoGP Mandalika, Indonesia Catat Dampak Ekonomi Signifikan hingga Triliunan Rupiah. https://www.itdc.co.id/press-release/lewat-motogp-mandalika-indonesia-catat-dampak-ekonomi-signifikan-hingga-triliunan-rupiah-20260401031004 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved