Air bersih adalah kebutuhan dasar, tetapi pengelolaannya masih menjadi tantangan global. Laporan Sustainable Development Goals (SDGs) Report 2025 menunjukkan sekitar 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola secara aman. Selain itu, peningkatan akses air minum aman secara global juga berjalan relatif lambat, dari 68% pada 2015 menjadi 74% pada 2024. Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan air bukan hanya soal ketersediaan sumbernya, tetapi juga bagaimana air tersebut didistribusikan secara efisien dan merata.
Di tengah pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang semakin cepat, sistem distribusi air konvensional seringkali belum mampu mengatasi kebocoran, kehilangan air, dan ketidakseimbangan pasokan. Karena itu, hadir pendekatan berbasis teknologi yang dikenal sebagai smart water management, solusi cerdas untuk meningkatkan efisiensi distribusi air secara real-time.
Apa Itu Smart Water Management?
Menurut jurnal ilmiah Water edisi 2025, Smart water management adalah sistem pengelolaan air yang memanfaatkan teknologi digital seperti sensor, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kondisi air secara langsung dan terus-menerus. Dengan bantuan teknologi ini, data tentang aliran, tekanan, hingga kualitas air dapat diketahui secara cepat sehingga pengelola bisa mengambil keputusan dengan lebih tepat.
Berbeda dengan sistem konvensional yang reaktif, smart water management bersifat proaktif karena mampu mendeteksi potensi gangguan lebih awal, mengurangi kehilangan air akibat kebocoran, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.
Bagaimana Cara Pengoperasiannya?
Untuk memahami bagaimana cara pengoperasiannya, smart water management bekerja melalui sistem yang saling terhubung.
1. Pengumpulan Data dengan IoT
Sensor IoT dipasang pada jaringan pipa, reservoir, dan instalasi pengolahan air untuk memantau tekanan, debit, serta kualitas air secara terus-menerus. Data ini dikirimkan secara otomatis ke pusat pengendalian.
2. Analisis Data dengan Artificial Intelligence
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan AI untuk mengenali pola penggunaan air, mendeteksi anomali yang berpotensi menjadi kebocoran, serta memprediksi kebutuhan air pada waktu tertentu.
3. Pengambilan Keputusan Secara Real-Time
Sistem kemudian dapat menyesuaikan distribusi air secara otomatis, seperti mengatur tekanan jaringan atau mengalihkan aliran air agar distribusi tetap optimal.
Penerapan smart water management tidak hanya mendukung inovasi teknologi, tetapi juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6: Clean Water and Sanitation, yang berfokus pada akses air bersih dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Melalui Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina, mahasiswa dibekali kemampuan pemrograman, analisis data, dan kecerdasan buatan untuk merancang solusi digital seperti IoT dan AI dalam sistem pengelolaan air cerdas. Tertarik mengembangkan solusi teknologi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan? Pelajari lebih lanjut dan daftarkan dirimu melalui laman resmi https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.
Daftar Pustaka
Dai, Y., Huang, Z., Khan, N., & Labbo, M. S. (2025). Smart Water Management: Governance Innovation, Technological Integration, and Policy Pathways Toward Economic and Ecological Sustainability. 1–22.
United Nations. (2025). Goal 6: Clean water and sanitation (Sustainable Development Goals Report 2025). United Nations Statistics Division. https://unstats.un.org/sdgs/report/2025/Goal-06/