Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Sampah Dapur Bisa Jadi Solusi Lingkungan? Ini Penjelasan tentang Eco Enzyme


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 27 Januari 2026
Dibaca: 170 kali
Dalam era di mana isu lingkungan telah menjadi prioritas global, pengelolaan sampah organik menjadi fokus penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2022, total timbulan sampah di Indonesia mencapai 18,89 juta ton per tahun, dimana sekitar 41,1 persen atau ±7,76 juta ton merupakan sampah sisa makanan yang mayoritas berasal dari rumah tangga (Pratama, 2023). 

Jika limbah organik ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengelolaan yang tepat, proses penguraiannya akan menghasilkan gas metana, yaitu gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global hingga 21 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida. Setiap satu ton sampah organik bahkan dapat menghasilkan sekitar 50 kilogram metana, sehingga meningkatkan emisi nasional (Pratama, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak cukup hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi memerlukan pendekatan alternatif yang mampu menekan emisi sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu pendekatan yang berkembang dan relatif mudah diterapkan di tingkat rumah tangga adalah pengolahan limbah organik melalui proses fermentasi, yang tidak hanya menekan potensi pembentukan gas metana, tetapi juga mengubah sisa makanan menjadi produk yang bermanfaat. Dalam konteks inilah, eco-enzyme hadir sebagai solusi berbasis praktik sederhana dan ramah lingkungan.


Apa Itu Eco-Enzyme?


Eco enzyme merupakan larutan hasil fermentasi bahan organik alami yang dibuat dari campuran gula, air, dan limbah dapur, terutama kulit buah dan sayuran yang kaya akan asam organik. Limbah organik tersebut difermentasi dalam periode tertentu hingga menghasilkan cairan yang mengandung senyawa bioaktif dengan berbagai manfaat lingkungan untuk berbagai aplikasi lingkungan, pertanian, hingga penggunaan sehari-hari (Rasit & Fern, 2019).


Manfaat dan Aplikasi Eco-Enzyme

Beragam penelitian dan praktik menunjukkan bahwa eco-enzyme memiliki manfaat potensial sebagai berikut:


1. Pengelolaan Limbah Organik

Dengan mengolah sisa dapur menjadi eco-enzyme, volume limbah organik dapat dikurangi secara signifikan sebelum mencapai TPA, sekaligus mengurangi potensi emisi gas rumah kaca akibat pembusukan anaerob.


2. Pupuk dan Nutrisi Tanaman

Larutan hasil fermentasi ini kaya akan nutrisi dan asam organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam penelitian pertanian, aplikasi eco-enzyme pada tanaman seperti sorgum menunjukkan peningkatan parameter pertumbuhan tertentu.


3. Pengolahan Air dan Lingkungan

Eco-enzyme dapat berperan dalam membantu pemulihan kualitas air dengan mendukung proses dekomposisi limbah dan mereduksi toksisitas leachate (cairan limbah) dari sampah organik saat terurai.


4. Pengganti Bahan Kimia Rumah Tangga

Dalam penggunaan domestik, eco-enzyme dilaporkan dapat berfungsi sebagai pembersih yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap deterjen dan bahan kimia sintetis yang dapat berdampak buruk bagi ekosistem.

Manfaat-manfaat ini menjadikan eco-enzyme sebagai contoh konkret bagaimana pemikiran ilmiah dan inovasi sederhana dapat menghasilkan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.


Peran Pendidikan dan Riset dalam Pengembangan Inovasi Lingkungan

Universitas memiliki peran penting dalam mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi seperti eco-enzyme melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program studi kimia Universitas Pertamina, misalnya, memberikan landasan ilmu yang kuat untuk memahami proses fermentasi, karakterisasi bahan organik, serta pengembangan solusi ramah lingkungan berbasis sains terapan.

Mahasiswa program studi kimia tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan pengetahuan praktis dalam proyek-proyek nyata seperti pengembangan dan pengelolaan limbah organik dalam solusi lingkungan. Kurikulum yang terintegrasi dan fasilitas laboratorium yang modern mendukung lulusan untuk menjadi ilmuwan dan praktisi yang berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Dengan pendekatan multidisipliner ini, lulusan Kimia Universitas Pertamina siap menghadapi tantangan lingkungan dan industri, serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pendidikan tinggi, seperti program studi kimia di Universitas Pertamina, berperan strategis dalam menghasilkan generasi ilmuwan yang mampu mengembangkan solusi inovatif serupa untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Ingin berkontribusi lebih dalam riset dan inovasi lingkungan. Pelajari lebih lanjut tentang program studi Kimia Universitas Pertamina dan daftarkan diri Anda untuk menjadi bagian dari generasi perubahan berikutnya melaui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/ 

Sumber dan Referensi:
  • Irmansyah, T., Simangunsong, A. A., Sebayang, A., Girsang, S. S., & Lubis, D. S. Application of Eco-Enzyme Solution as A Multipurpose Liquid Fertilizer to Enhance Performance of Sorghum Varieties. agriTECH, 44(3), 189-196.
  • Pramata, R. (2023). KLHK Kejar Penurunan Emisi Gas Metana dari Sampah. Retrieved from
  • https://katadata.co.id/berita/nasional/63f5f4036be6b/klhk-kejar-penurunan-emisi-gas-metana-dari-sampah 
  • Rasit, N., Hwe Fern, L., & Ab Karim Ghani, W. A. W. (2019). Production and characterization of eco enzyme produced from tomato and orange wastes and its influence on the aquaculture sludge. International Journal of Civil Engineering and Technology, 10(3).
  • Sarminingsih, A., Sumiyati, S., Syafrudin, S., Alfarisi, I., Setiawan, R., Andika, A. F., & Balqis, M. (2023). Study of the Effect of Adding Eco-Enzyme to the Process of Decomposing Organic Waste on the Quality of Compost, Leachate, and Methane Gas Production. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 20(3), 655-668.
  • Halodoc. (2025, November 11). Eco Enzyme dari Sampah Organik: Solusi Ramah Lingkungan dan Hemat Biaya. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/eco-enzyme-dari-sampah-organik-solusi-ramah-lingkungan-dan-hemat-biaya 
  • Zaenuddin, M. (2024). Termasuk Solusi untuk Masalah Sampah Eco Enzyme?. Retrieved from https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/19/154500865/termasuk-solusi-untuk-masalah-sampah-organik-apa-itu-eco-enzyme- 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved