ID / EN
Agenda

Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina Kembangkan Beragam Solusi Lingkungan melalui Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan 2026


Published by: Prodi EV Kamis, 16 Juli 2026
Dibaca: 6 kali
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina menyelenggarakan Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan (PTBL) 2026, sebuah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan kompetensi Teknik Lingkungan dalam merancang solusi terhadap permasalahan lingkungan nyata. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2023 yang terbagi ke dalam beberapa kelompok proyek. Setiap kelompok mengangkat permasalahan lingkungan yang berbeda dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lokasi studi. Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami permasalahan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan pendekatan rekayasa dalam menghasilkan rancangan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Berbagai isu lingkungan menjadi fokus dalam proyek tahun ini, mulai dari penyediaan air bersih, pengolahan air, pengelolaan sampah, pengendalian sampah di perairan, pengelolaan tempat pemrosesan akhir, pengolahan limbah cair, hingga pemanfaatan sumber daya air hujan.
Salah satu proyek yang dikembangkan adalah Perencanaan IPA Air Laut sebagai Strategi Mengurangi Ketergantungan Air Tanah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Proyek ini mengangkat isu pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus mencari alternatif sumber air yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah di wilayah kepulauan.

Proyek lainnya berfokus pada Perancangan Instalasi Pengolahan Air Gambut Skala Komunal untuk Peningkatan Kualitas Air Bersih di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Melalui proyek ini, mahasiswa mengembangkan pendekatan pengolahan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air gambut agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.
Pada sektor pengelolaan sampah, mahasiswa merancang Sistem Trash Trap Otomatis Berbasis Floating Conveyor untuk Pengendalian Sampah Terapung di Muara Perairan Taman Impian Jaya Ancol. Rancangan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menangani permasalahan sampah terapung sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perairan.

Sementara itu, permasalahan kapasitas tempat pemrosesan akhir menjadi fokus proyek Perancangan Sistem VERTALIFT (Vertical Aerobic Lift Landfill Technology) untuk Optimalisasi Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang. Proyek ini menunjukkan bagaimana pendekatan rekayasa dapat digunakan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah pada fasilitas pemrosesan akhir.
Di bidang pengelolaan limbah cair, mahasiswa mengembangkan Perancangan Sistem IPAL Portable untuk Pengelolaan Limbah Cair Laundry di Kebayoran Lama, Simprug. Sistem tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan limbah cair dari aktivitas laundry sehingga dapat menjadi alternatif solusi yang lebih praktis dan sesuai dengan karakteristik kegiatan.

Selain itu, terdapat pula Perancangan Alat Pengangkut Sampah pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Berbasis Conveyor Ramah Lingkungan. Proyek ini mengangkat persoalan pengangkutan sampah pada badan sungai dan memanfaatkan konsep conveyor sebagai bagian dari rancangan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Konsep circular economy juga menjadi bagian dari proyek mahasiswa melalui Perancangan Sistem Pengolahan Sampah Organik Terintegrasi Berbasis Circular Economy di Pasar XY. Proyek ini mengarahkan pengelolaan sampah organik agar tidak hanya berakhir sebagai residu, tetapi dapat dipandang sebagai sumber daya yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Sementara itu, dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air, mahasiswa merancang Sistem Pemanfaatan Air Hujan sebagai Sumber Air Minum di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Proyek ini mengangkat potensi air hujan sebagai salah satu sumber air alternatif untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Kedelapan proyek tersebut menunjukkan keberagaman pendekatan yang dikembangkan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan lingkungan. Setiap kelompok dituntut untuk melakukan identifikasi permasalahan, pengumpulan dan analisis data, penentuan alternatif solusi, hingga penyusunan rancangan sistem berdasarkan kondisi studi kasus yang dipilih.

Selain kemampuan teknis, PTBL juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama tim, manajemen proyek, serta komunikasi dan presentasi teknis. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan 2026, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan permasalahan nyata di masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami konsep Teknik Lingkungan, tetapi juga mampu merancang solusi yang kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam menjawab tantangan lingkungan. Beragam rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan solusi lingkungan yang lebih aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved