ID / EN
Berita Populer

Bukan Cuma Gaya Hidup, Green Finance Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Inflasi Akibat Perang


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 17 April 2026
Dibaca: 7 kali
Isu energi saat ini bisa menjadi “medan perang” baru bagi perekonomian global. Ketika konflik geopolitik memanas, dampaknya tidak hanya terasa di wilayah konflik, tetapi juga menjalar hingga ke harga bahan bakar, biaya produksi, dan akhirnya inflasi yang dirasakan masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari.

International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa krisis energi global sejak 2022 menjadi salah satu faktor utama tekanan inflasi di berbagai negara. Ketergantungan pada energi fosil membuat rantai pasok industri sangat rentan terhadap gejolak harga akibat konflik geopolitik. Situasi ini menegaskan bahwa solusi energi tidak hanya penting untuk keberlanjutan lingkungan, tetapi juga untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Apa Itu Green Finance dan Mengapa Relevan?

Secara sederhana, green finance adalah pembiayaan yang dialokasikan untuk proyek-proyek ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan pembangunan rendah karbon. Konsep ini tidak hanya berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga pada penciptaan sistem ekonomi yang lebih stabil dan tahan terhadap krisis.

Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, green finance menjadi semakin relevan karena mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang rentan terhadap gejolak harga akibat konflik geopolitik. Instrumen seperti green bonds, investasi energi bersih, dan kebijakan keuangan berkelanjutan kini menjadi bagian penting dalam strategi ekonomi.

Investasi Energi sebagai Strategi Lawan Inflasi

Analisis dari Green Central Banking (2026) menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat berfungsi sebagai alat pengendali inflasi. Negara yang telah berinvestasi dalam energi bersih cenderung lebih tahan terhadap lonjakan harga energi global karena tidak terlalu bergantung pada impor minyak dan gas.

Stabilitas harga energi ini berdampak langsung pada sektor industri, termasuk produksi dan barang konsumsi lainnya. Ketika biaya energi lebih terkendali, tekanan terhadap harga produk juga dapat diminimalkan. Dengan demikian, investasi energi melalui green finance bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi makro yang efektif.

Selain itu, tren global menunjukkan bahwa investasi energi bersih terus berkembang seiring dengan semakin terjangkaunya teknologi, kuatnya dukungan kebijakan pemerintah, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, sehingga menjadikan green finance sebagai peluang investasi yang tidak hanya berdampak positif, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi krisis global.

Green Finance untuk Stabilitas Ekonomi dan Masa Depan Berkelanjutan

Penerapan green finance secara langsung mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui stabilitas ekonomi yang dihasilkan.

Isu ini juga menjadi bagian penting dalam kajian akademik, termasuk di Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori ekonomi, tetapi juga dibekali pemahaman tentang ekonomi energi, kebijakan publik, dan pembiayaan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan mampu menganalisis dampak geopolitik terhadap ekonomi, memahami keterkaitan antara energi dan inflasi, serta mengembangkan solusi berbasis keberlanjutan.

Green finance bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Dengan investasi yang tepat, energi terbarukan dapat menjadi kunci dalam menekan inflasi sekaligus membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh.

Tertarik mendalami isu ekonomi energi dan green finance? Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina membuka peluang bagi kamu untuk memahami dinamika ekonomi global secara lebih komprehensif.

Kunjungi laman resmi PMB Universitas Pertamina melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/ dan jadilah bagian dari generasi yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan!

Daftar Pustaka
International Energy Agency. (2023). World energy outlook 2023. https://www.iea.org/reports/world-energy-outlook-2023
Green Central Banking. (2026). US war on Iran shows renewable energy is inflation management tool. https://greencentralbanking.com/2026/04/17/us-war-on-iran-shows-renewable-energy-is-inflation-management-tool/
Reuters. (2023). Global energy crisis and inflation impact report. https://www.reuters.com/markets/commodities/global-energy-crisis-inflation-impact-2023



Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved