Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Bagaimana Pompa Air Bekerja? Ini Penjelasan Sederhananya


Published by: Universitas Pertamina Minggu, 15 Februari 2026
Dibaca: 20 kali


Pompa air merupakan perangkat vital yang banyak digunakan di rumah tangga, mulai dari mengalirkan air sumur hingga mengisi tandon di lantai atas. Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih, keberadaan pompa air menjadi semakin strategis dalam mendukung aktivitas domestik sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi air bersih per kapita di wilayah perkotaan dapat mencapai lebih dari 150 liter per hari, sementara di pedesaan cenderung lebih rendah. Perbedaan ini tidak hanya mencerminkan variasi gaya hidup dan kepadatan penduduk, tetapi juga menunjukkan tingkat akses terhadap infrastruktur air bersih. Di kota-kota besar, tingginya konsumsi air menuntut sistem distribusi dan pemompaan yang andal agar pasokan tetap stabil, terutama pada rumah bertingkat atau kawasan dengan tekanan air rendah.

Secara teknis, pump water merujuk pada proses penggunaan perangkat mekanis—seperti pompa angin atau pompa listrik—untuk menarik air dari sumber seperti sumur atau sungai guna keperluan domestik maupun pertanian. Teknik ini sangat penting, khususnya di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses memadai terhadap jaringan air bersih. Operasional pompa dapat memanfaatkan berbagai sumber energi, mulai dari tenaga listrik, angin, hingga bahan bakar, tergantung pada kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur (Singh, 2014).

Prinsip Kerja Pompa Air

Secara umum, pompa air bekerja dengan menciptakan perbedaan tekanan. Pompa bukan “menyedot” air secara langsung, melainkan membuat tekanan di dalam sistem sehingga air terdorong mengalir dari tekanan rendah menuju tekanan yang lebih tinggi.

Jenis pompa yang paling umum digunakan di rumah adalah pompa sentrifugal. Di dalamnya terdapat baling-baling kecil yang disebut impeller. Ketika listrik dinyalakan, impeller berputar dengan cepat dan mendorong air keluar. Dorongan inilah yang membuat air bergerak naik melalui pipa.

Semakin cepat impeller berputar, semakin kuat tekanan yang dihasilkan. Karena itulah pompa mampu mengangkat air dari sumur ke tempat yang lebih tinggi.

Digunakan Tidak Hanya di Rumah

Prinsip kerja ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pompa juga berperan dalam sistem distribusi air bersih, irigasi pertanian, hingga berbagai proses industri.

Pemahaman mengenai cara kerja pompa menjadi penting dalam bidang teknik, karena konsep tekanan dan aliran fluida merupakan dasar dalam perancangan berbagai sistem mekanik.

Keterkaitan dengan Teknik Mesin Universitas Pertamina

Konsep di balik pompa air berkaitan langsung dengan ilmu mekanika fluida dan sistem energi yang dipelajari di Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tentang aliran dan tekanan, tetapi juga bagaimana merancang sistem yang efisien dan aman. Dari memahami pompa air sederhana, mahasiswa berkembang mempelajari teknologi yang lebih kompleks seperti turbin, sistem perpipaan industri, hingga sistem energi skala besar.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami sistem mekanik dan energi, informasi mengenai Program Studi Teknik Mesin serta jalur Penerimaan Mahasiswa Baru dapat diakses melalui website resmi Universitas Pertamina.

Referensi: 
Singh, R. (2014). Membrane technology and engineering for water purification: application, systems design and operation. Butterworth-Heinemann. 

Kredit foto Fikri Rasyid // Unsplash
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved