Kecepatan motor MotoGP di lintasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mesin dan pembalap. Di balik akselerasi, pengereman, hingga manuver di tikungan, terdapat sistem elektronik yang terus membaca kondisi kendaraan. Sensor mengumpulkan data, kemudian sistem pengolah dan pengendali menerjemahkannya menjadi respons yang membantu motor bekerja lebih optimal.
Teknologi tersebut turut menjadi bagian dari MotoGP Mandalika 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjelaskan bahwa sistem telemetri pada sepeda motor balap membutuhkan komunikasi data agar tim teknis dapat memantau dan menganalisis performa kendaraan, termasuk kondisi mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pemerintah mengamankan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Sensor dan ECU: Dari Data Menjadi Respons
Pada motor balap, sensor berfungsi menangkap berbagai kondisi kendaraan, seperti posisi throttle, putaran mesin, posisi gigi, kecepatan roda, sudut kemiringan, hingga temperatur. Data tersebut kemudian diproses oleh Electronic Control Unit (ECU), yang dapat dianalogikan sebagai “otak” sistem elektronik motor.
MotoGP menjelaskan bahwa ECU memproses berbagai informasi tersebut hingga ribuan kali dalam satu detik. Hasil pengolahan data digunakan untuk mengatur sejumlah parameter, termasuk suplai bahan bakar, waktu pengapian, respons throttle, engine braking, traction control, wheelie control, dan launch control. Sejak 2016, seluruh tim MotoGP menggunakan ECU standar yang dipasok Magneti Marelli.
Salah satu informasi penting berasal dari Inertial Measurement Unit (IMU). Komponen ini membantu membaca gerakan dan posisi motor secara real time, termasuk perubahan kemiringan ketika menikung. Data tersebut dapat digunakan sistem kendali untuk menyesuaikan respons motor sesuai kondisi yang dihadapi.
Dari sinilah berbagai fitur elektronik dapat bekerja. Traction control membantu mengendalikan potensi kehilangan cengkeraman roda belakang, sementara wheelie control mengatur tenaga ketika roda depan terangkat saat akselerasi. Ketika pembalap mengurangi gas, engine braking membantu mengatur efek pengereman mesin agar motor tetap stabil saat memasuki tikungan.
Teknologi serupa juga berkembang pada motor produksi. Ducati, misalnya, menggunakan IMU enam sumbu pada Streetfighter V2 untuk mendukung sejumlah sistem elektronik seperti traction control, wheelie control, engine brake control, quick shift, dan ABS cornering.
Telemetri Menghubungkan Motor dengan Tim
Data yang dikumpulkan motor tidak berhenti di dalam sistem elektronik kendaraan. Melalui telemetri, informasi tersebut dapat dikomunikasikan dan dianalisis oleh tim teknis untuk memahami performa motor selama berada di lintasan.
Dalam MotoGP Mandalika 2026, Komdigi menyebut sistem komunikasi data mendukung transmisi telemetri dari sepeda motor agar tim dapat memantau performa kendaraan. Karena perangkat sensor dan komunikasi bekerja menggunakan spektrum frekuensi, pengelolaannya menjadi bagian penting dari penyelenggaraan balapan.
Komdigi mengamankan sekitar 250 jenis frekuensi untuk berbagai kebutuhan MotoGP, termasuk perangkat sensor pada motor, komunikasi tim, operasional keselamatan, dan siaran. Pemantauan dilakukan untuk mencegah interferensi yang dapat mengganggu komunikasi maupun perangkat yang digunakan selama perlombaan.
Dengan demikian, teknologi MotoGP merupakan sebuah ekosistem yang menggabungkan sensor, pengolahan data, sistem kendali, dan komunikasi untuk membantu tim memahami sekaligus mengoptimalkan performa kendaraan.
Dari MotoGP ke Teknik Elektro
Rangkaian teknologi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan keilmuan Teknik Elektro. Sensor dan instrumentasi digunakan untuk membaca kondisi kendaraan, akuisisi dan pemrosesan data mengubah hasil pengukuran menjadi informasi, sementara sistem kendali memungkinkan perangkat memberikan respons berdasarkan data yang diterima.
Pembelajaran tersebut didukung fasilitas Laboratorium Pengukuran dan Instrumentasi Listrik yang memiliki perangkat seperti spectrum analyzer, digital oscilloscope, thermal imaging camera, dan power and energy logger. Fasilitas tersebut juga mendukung penelitian terkait sistem kendali, motor listrik, electric vehicles, elektronika daya, dan energi baru terbarukan.
Penguasaan teknologi tersebut sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi teknologi. Di tingkat nasional, penguatan kemampuan sains dan teknologi juga sejalan dengan Asta Cita ke-4, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Semangat tersebut sejalan dengan UPER Berdampak, yang mendorong ilmu pengetahuan, riset, dan kompetensi mahasiswa agar terhubung dengan kebutuhan industri dan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan teknologi di balik MotoGP, sensor, otomasi, sistem kendali, telekomunikasi, maupun energi, Teknik Elektro UPER dapat menjadi ruang untuk mempelajari bagaimana sebuah sistem mampu membaca kondisi, mengolah data, hingga menghasilkan respons secara tepat. Yuk, mulai perjalananmu menjadi talenta teknologi masa depan bersama Universitas Pertamina.
Daftarkan dirimu sebagai calon mahasiswa baru UPER dan wujudkan inovasi yang tidak hanya bekerja, tetapi juga berdampak.
Referensi:
Komdigi. 2026. Meutya Hafid Pastikan Kesiapan MotoGP Mandalika 2026, Komdigi Amankan Lebih dari 250 Frekuensi dan Siapkan 4 BTS Bergerak. https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/meutya-hafid-pastikan-kesiapan-motogp-mandalika-2026-komdigi-amankan-lebih-dari-250-frekuensi-dan-siapkan-4-bts-bergerak
Komdigi. 2026. Dari Bukit 360, Petugas Komdigi Berburu Gangguan Frekuensi MotoGP Mandalika. https://www.komdigi.go.id/berita/artikel/detail/dari-bukit-360-petugas-komdigi-berburu-gangguan-frekuensi-motogp-mandalika
Amalia, O. A. R,. 2026. Ini Teknologi MotoGP yang Kini Bisa Dirasakan Pengendara Motor Umum. https://www.beritasatu.com/ototekno/3025792/ini-teknologi-motogp-yang-kini-bisa-dirasakan-pengendara-motor-umum