Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina telah melaksanakan kegiatan Evaluasi Kurikulum 2021 dan Diskusi Kurikulum 2026 bersama para subject matter expert (SME) pada Kamis, 20 November 2025 di Hotel Veranda Pakubuwono, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan industri migas, pertambangan, geothermal, serta perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence. Acara dibuka oleh Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Ph.D., IPU, mewakili Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi (FTEP).
Para SME memberikan pandangan strategis yang menjadi fondasi penting bagi penyempurnaan kurikulum Teknik Geofisika UPER.
Bapak Adi Widyantoro (Senior Expert New Venture Exploration, PT Pertamina Hulu Energi) menegaskan bahwa Teknik Geofisika UPER telah memiliki signature kuat dalam geofisika komputasi, tercermin dari riwayat kolaborasi dan proyek yang telah dijalankan bersama industri. Beliau menekankan perlunya progressive learning, yaitu pembelajaran yang selalu berkembang dan adaptif dengan dinamika industri, serta mendorong pemanfaatan kedekatan UPER dengan Pertamina sebagai core industry partner. Beliau juga mengusulkan tagline identitas bagi Teknik Geofisika UPER : “Berpikir komputasi seperti engineer, dan berpikir model bawah permukaan layaknya geologis.” Filosofi ini diharapkan dapat menuntun mahasiswa dalam memadukan kemampuan teknis komputasi dengan pemahaman geologi yang mendalam.
Dari perspektif kompetensi digital, Bapak Helmi Indrajaya (Senior Expert I Digital Technical Orientation, PT Pertamina (Persero)) menekankan pentingnya membangun kapasitas mahasiswa dalam double diamond design thinking, future thinking, dan dasar algoritmik yang kuat. Menurut beliau, kemampuan tersebut akan sangat penting untuk melahirkan lulusan yang mampu menjawab tantangan masa depan, terutama dalam industri yang semakin terdigitalisasi dan dipengaruhi oleh perkembangan artificial intelligence.
Sementara itu, Bapak Arditiya Tri Yuliwardana (Geophysicist, PT Puncakbaru Jayatama) memberikan pandangan dari sisi pertambangan. Beliau menyampaikan bahwa industri mineral saat ini memiliki potensi besar dalam menyerap geofisikawan, khususnya pada proyek-proyek eksplorasi mineral yang berkembang pesat. Lulusan dengan pemahaman kuat mengenai metode eksplorasi dan analisis bawah permukaan akan memiliki daya saing tinggi di sektor ini.
Masukan berharga dari para SME ini memperkuat urgensi penyusunan Kurikulum 2026 yang adaptif, komputatif, dan berorientasi masa depan. Prodi Teknik Geofisika berkomitmen untuk terus memperbarui kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mempersiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di industri energi, mineral, dan sektor digital.
Bagi para calon mahasiswa yang ingin berkarier sebagai geofisikawan masa depan, inilah momentum yang tepat untuk bergabung dengan Teknik Geofisika Universitas Pertamina. Jadilah bagian dari perjalanan Kurikulum 2026 dan wujudkan impian Anda berkontribusi dalam eksplorasi energi, mineral, dan inovasi geosains berbasis komputasi. Daftar sekarang melalui laman resmi:
https://pmb.universitaspertamina.ac.id