Agenda pembangunan berkelanjutan global masih menghadapi tantangan dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Laporan The Sustainable Development Goals Report 2025 Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat 35 persen target SDGs menunjukkan kemajuan sesuai jalur atau moderat, sementara 18 persen mengalami kemunduran. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman dan praktik keberlanjutan, termasuk di tingkat korporasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat 35 persen target SDGs menunjukkan kemajuan sesuai jalur atau moderat, sementara 18 persen mengalami kemunduran. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman dan praktik keberlanjutan, termasuk di tingkat korporasi.
Merespons pentingnya isu tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pertamina menghadirkan perspektif internasional melalui Kuliah Umum bertema "Rethinking Corporate Sustainability: Reporting, Stakeholders, and Organizational Impact". Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 di Auditorium Universitas Pertamina ini diikuti 100 mahasiswa dan menghadirkan Profesor Hannah Jun dari Ewha Womans University, Korea Selatan, sebagai narasumber.
Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai keberlanjutan korporasi melalui perspektif finansial dan Hubungan Internasional. Prof. Hannah Jun membahas keterkaitan antara keberlanjutan, pelaporan, pemangku kepentingan, serta dampaknya terhadap organisasi.
“Kegiatan akademik dengan perspektif internasional dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai keberlanjutan korporasi. Perspektif tersebut membantu mahasiswa melihat keterkaitan antara praktik bisnis, kepentingan pemangku kepentingan, dan dinamika global, sehingga isu keberlanjutan dapat dipahami dalam konteks organisasi dan perkembangan internasional,” ujarnya.
Pembahasan tersebut memberikan pemahaman bahwa keberlanjutan korporasi tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kepentingan finansial, hubungan dengan pemangku kepentingan, serta proses pengambilan keputusan organisasi. Perspektif tersebut menjadi penting dalam memahami bagaimana perusahaan merespons tuntutan keberlanjutan yang semakin berkembang di tingkat global.
Dari perspektif Hubungan Internasional, isu keberlanjutan korporasi juga berkaitan dengan interaksi perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan dan agenda global. Pembelajaran ini membantu mahasiswa melihat bahwa keputusan dan praktik korporasi dapat memiliki keterkaitan dengan dinamika ekonomi, sosial, dan lingkungan yang melampaui batas negara.
Selain memperkaya pemahaman akademik, kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan isu keberlanjutan. Interaksi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk memahami isu global secara kritis dan menghubungkannya dengan konteks organisasi serta hubungan antaraktor di tingkat internasional.
Kegiatan ini mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran dan perluasan wawasan mahasiswa mengenai isu keberlanjutan global. Upaya tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-4, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi.
Sebagai bagian dari semangat UPER Berdampak, kuliah umum ini menjadi wujud upaya Universitas Pertamina menghadirkan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif akademik internasional. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional didorong untuk memperluas wawasan dan membangun kemampuan memahami isu keberlanjutan korporasi dalam konteks organisasi maupun dinamika global. [MP]