Tak cukup hanya kreatif, calon wirausahawan juga perlu mampu membangun bisnis yang kompetitif sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Perspektif inilah yang diperkuat Universitas Pertamina (UPER) melalui kuliah Inovasi dan Kewirausahaan bertajuk “Membangun Bisnis Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Era Modern” dengan menghadirkan praktisi dari bidang pengembangan bisnis dan pengelolaan lingkungan pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan UPER ini diikuti mahasiswa Universitas Pertamina yang mengambil mata kuliah Inovasi dan Kewirausahaan. Untuk memberikan gambaran nyata mengenai penerapan inovasi dalam dunia usaha, kuliah tersebut menghadirkan dua praktisi, yakni Ruli Wahyudi, Director TIENS sekaligus Founder & Owner Asa’an Kopi, serta M.B. Junerosano, Founder & CEO Waste4Change.
Kehadiran kedua praktisi memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai pengembangan usaha sekaligus pentingnya mempertimbangkan dampak bisnis terhadap lingkungan. Mahasiswa tidak hanya diajak melihat bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, tetapi juga memahami faktor yang perlu diperhatikan agar bisnis mampu tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.
Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa diajak memahami bahwa membangun bisnis membutuhkan lebih dari sekadar ide kreatif. Pelaku usaha perlu mampu membaca kebutuhan pasar, melihat peluang, menyusun strategi, serta menghadirkan produk atau layanan yang memiliki nilai tambah.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis juga perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Model bisnis yang berkelanjutan menuntut pelaku usaha untuk mempertimbangkan bagaimana sumber daya digunakan, bagaimana dampak lingkungan dikelola, serta bagaimana usaha dapat menciptakan manfaat yang lebih luas.
“Kewirausahaan bukan sekadar menciptakan keuntungan, tetapi juga menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Ruli Wahyudi.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan keberlanjutan dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun bisnis yang relevan dengan tantangan masa kini. Dengan perspektif tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mencari ide usaha yang memiliki potensi pasar, tetapi juga mengidentifikasi persoalan di sekitarnya dan mengembangkan solusi yang memiliki manfaat nyata.
Pembelajaran berbasis pengalaman praktisi ini sekaligus memperkuat upaya UPER dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana konsep inovasi dan kewirausahaan diterapkan dalam praktik, sekaligus memahami tantangan yang perlu dihadapi ketika mengembangkan sebuah bisnis.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen UPER Berdampak, yang mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan gagasan, inovasi, dan karya yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pembelajaran yang kontekstual, UPER terus mendorong mahasiswa menjadi generasi yang kreatif, adaptif, dan mampu menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di sekitarnya.
Penguatan kapasitas mahasiswa dalam inovasi dan kewirausahaan juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya Asta Cita 3 yang mendorong penguatan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pengembangan ekonomi produktif. Upaya ini juga mendukung Asta Cita 4 melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab kebutuhan zaman.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha dan aktivitas ekonomi yang produktif. Pemahaman mengenai pengembangan bisnis yang memperhatikan penggunaan sumber daya dan dampak terhadap lingkungan juga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dengan mendorong penerapan praktik usaha yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dengan menghubungkan pembelajaran akademik, pengalaman praktisi, dan perspektif keberlanjutan, UPER terus membekali mahasiswa agar tidak hanya siap menjadi bagian dari dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan membangun bisnis yang berdaya saing. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UPER untuk melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan. [MV]