Keberlanjutan dalam dunia bisnis tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola operasional secara efisien, adaptif, aman, dan bertanggung jawab. Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, kemampuan mengintegrasikan efisiensi proses, teknologi, pengelolaan risiko, dan prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing perusahaan.
Perspektif tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang dihadirkan Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertamina (UPER) melalui Kuliah Dosen Tamu bertema Sustainable Operation Management pada Rabu, 23 September 2026, di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina. Kegiatan ini menghadirkan Litta Indriya Ariesca, Direktur Utama PT Elnusa Tbk, untuk berbagi pengalaman dan perspektif praktis mengenai pengelolaan operasi berkelanjutan di industri jasa energi.
Melalui sesi pembelajaran tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengelolaan proses bisnis secara end-to-end, pemetaan value chain, pengelolaan supply chain, strategi operasional, hingga pemanfaatan inovasi teknologi. Berbagai aspek tersebut dibahas dalam konteks bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikannya untuk menjaga kinerja sekaligus merespons perubahan dan tantangan industri.
Pembelajaran juga mencakup pentingnya efisiensi bisnis, Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), digitalisasi, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pemahaman terhadap aspek tersebut membantu mahasiswa melihat bahwa keberlanjutan operasi tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan.
“Sustainable operation management membutuhkan integrasi antara efisiensi proses, pengelolaan risiko, pemanfaatan teknologi, dan penerapan prinsip ESG. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut penting bagi mahasiswa agar mampu melihat keberlanjutan tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai bagian dari strategi operasional dan penciptaan nilai dalam dunia industri,” ujar Litta.
Perspektif praktisi tersebut memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap tantangan nyata dalam pengelolaan operasi, khususnya terkait rantai pasok, risiko operasional, transformasi digital, serta penerapan Green Supply Chain Management dan ESG. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep akademik, tetapi juga memberikan gambaran mengenai penerapannya dalam pengelolaan operasi di industri jasa energi.
Kehadiran praktisi industri dalam proses pembelajaran menjadi bagian dari upaya UPER menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia profesional. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa Magister Manajemen memperoleh kesempatan untuk mengembangkan perspektif strategis dalam memahami bagaimana operasi perusahaan dapat dikelola secara efisien sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari semangat UPER Berdampak dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan terhubung dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita ke-4 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, sains, dan teknologi, serta Asta Cita ke-2 dalam mendorong kemandirian bangsa, termasuk melalui penguatan sektor energi.
Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi mahasiswa, SDGs 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pemahaman terhadap inovasi dan transformasi operasional, serta SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan perspektif keberlanjutan dalam pengelolaan operasi. [MV]