ID / EN
Berita Kampus

UPER Bahas Konsep Baru Deformasi Cekungan Sedimen untuk Perkuat Pemahaman Eksplorasi Bawah Permukaan


Published by: Universitas Pertamina Senin, 26 Oktober 2026
Dibaca: 9 kali
Universitas Pertamina (UPER) mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri energi untuk membahas perkembangan konsep geologi struktur dalam memahami deformasi cekungan sedimen. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mengenai kondisi bawah permukaan yang berperan dalam aktivitas eksplorasi sumber daya energi.

Melalui Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi (FTEP), bersama Laboratorium Geologi Struktur dan Geodinamika, UPER menggelar Special Lecture #5 bertajuk “A New Structural-Geology Concept for Sedimentary-Basin Deformation”. Kegiatan berlangsung di Auditorium Griya Legita, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026).

Special Lecture tersebut menghadirkan Guru Besar Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., sebagai narasumber utama. Sekitar 220 peserta mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Geofisika UPER serta perwakilan industri, di antaranya Pertamina, SLB, dan COSL.

Keterlibatan akademisi dan praktisi industri dalam forum yang sama memperkuat posisi kegiatan ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan ilmu kebumian dan kebutuhan di sektor energi. Bagi mahasiswa, forum tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh perspektif langsung dari pakar sekaligus memahami bagaimana konsep geologi yang dipelajari di perguruan tinggi berkaitan dengan persoalan bawah permukaan di industri.

Dalam paparannya, Prof. Benyamin membahas perkembangan konsep geologi struktur yang secara khusus berkaitan dengan proses deformasi pada cekungan sedimen. Pemahaman terhadap deformasi menjadi penting karena struktur yang terbentuk pada cekungan sedimen dapat memberikan informasi mengenai konfigurasi, mekanisme, serta evolusi tektonik suatu wilayah.

“Memahami deformasi cekungan sedimen melalui perspektif geologi struktur sangat penting untuk mengungkap konfigurasi, mekanisme, dan evolusi tektonik di bawah permukaan,” ujar Benyamin.

Pembahasan kemudian diperluas pada aspek geomekanika, khususnya pore pressure atau tekanan pori dan in-situ stress atau tegangan in-situ. Kedua parameter tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kondisi mekanik batuan di bawah permukaan serta memperkirakan respons formasi terhadap aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan eksplorasi.

Pemahaman terhadap parameter tersebut juga membantu menghubungkan interpretasi struktur geologi dengan kondisi nyata yang dihadapi dalam eksplorasi. Dengan demikian, analisis bawah permukaan tidak hanya bertumpu pada identifikasi struktur, tetapi juga mempertimbangkan kondisi tekanan dan tegangan yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan di lapangan.

Bagi mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Geofisika UPER, pembahasan ini memperluas perspektif mengenai keterkaitan antara ilmu geologi struktur, geofisika, dan geomekanika. Pengetahuan tersebut menjadi semakin relevan ketika dihadapkan pada kebutuhan industri untuk menghasilkan interpretasi bawah permukaan yang lebih akurat sekaligus mengantisipasi risiko dalam aktivitas eksplorasi.

Dekan FTEP UPER, Harya Dwi Nugraha, M.Sc., DIC, Ph.D., serta Kepala Laboratorium Geologi Struktur dan Geodinamika, Dr. Dumex Pasaribu, S.T., M.Sc., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran dosen. Kehadiran pimpinan fakultas dan dosen menegaskan dukungan terhadap penguatan pembelajaran yang menghubungkan perkembangan keilmuan dengan kebutuhan sektor energi.

Penyelenggaraan Special Lecture #5 sekaligus memperkuat peran Program Studi Teknik Geologi UPER dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan industri. Melalui interaksi dengan pakar dan praktisi, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan keilmuan geologi dalam memahami kompleksitas bawah permukaan Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen UPER dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pembelajaran dan akses mahasiswa terhadap pengetahuan dari para ahli di bidangnya. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan keterhubungan antara perguruan tinggi, perkembangan keilmuan, dan kebutuhan industri.

Dalam konteks sektor energi, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi eksplorasi juga menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy). Penguasaan ilmu kebumian dan teknologi bawah permukaan yang semakin baik dapat menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pengelolaan sumber daya energi secara lebih efektif dan berbasis pengetahuan.

Lebih jauh, penguatan kompetensi mahasiswa di bidang geologi, geofisika, dan geomekanika menjadi bagian dari kontribusi Universitas Pertamina dalam mendukung Asta Cita ke-4, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Di sisi lain, penguasaan keilmuan dan teknologi untuk memahami kondisi bawah permukaan juga memiliki relevansi dengan Asta Cita ke-2 yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi. 

Sejalan dengan semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori, riset, dan kebutuhan industri untuk menyiapkan talenta yang kompeten sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi penguatan sektor energi Indonesia. [RF]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved