Berita Kampus
Upaya ‘Be Global Leader’ Lewat Penguasaan Digital Marketing, UPER GelarPelatihan Digital Marketing 101

Published by: Universitas Pertamina 08 November 2022
Jakarta, 10 November 2022 - Fungsi Komunikasi dan Pemasaran Universitas Pertamina menggelar Pelatihan Digital Marketing 101 pada Kamis (10/11). Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid, di Auditorium Gedung Griya Legita Universitas Pertamina, dan platform Zoom Teleconference. Digital Marketing 101 dihadiri oleh M. Roby Hervindo selaku Sekretaris Universitas Pertamina, Haryo Windratno selaku Manajer Fungsi Komunikasi dan Pemasaran Universitas Pertamina, dan mahasiswa dari berbagai program studi dan angkatan serta tenaga kependidikan Universitas Pertamina.

Roby selaku Sekretaris Universitas Pertamina menyambut baik pelatihan ini. Pasalnya, masifnya penggunaan internet dan digitalisasi kehidupan sehari-hari perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. “Sekarang social media yang dapat dimonetisasi, pembekalan ini tidak hanya bermanfaat untuk (dunia) pekerjaan saja, tetapi bisa untuk diri sendiri barangkali para peserta disini memiliki bisnis, olshop, atau ingin jadi selebgram dan lain sebagainya,” ucapnya dalam sambutan sebelum pelatihan dimulai.

Kegiatan yang bertajuk “How to Know Digital Marketing in Easy Way” ini mengundang seorang praktisi di bidang Digital Marketing, Kevin Pratama. Kevin merupakan seorang General Manager di PT Abyakta Tama Komunikasi, dan sudah ±5 tahun Kevin menggeluti bidang Digital Marketing.

Pemaparan materi oleh Kevin dimulai dari sejarah global broadcasting and network secara global, dilihat dari sisi analog dan digital. Ternyata, kemudahan broadcasting yang dirasakan saat ini secara global tidak semudah dulu, sangat terbatas dan sulit dalam mengakses izin broadcasting. Kecepatan network yang dirasakan saat ini pun juga ternyata dahulu sangat lambat, dan aksesnya terbatas.

Pembahasan berlanjut ke perkembangan digitalisasi di Indonesia. Dengan jumlah 270 juta masyarakat Indonesia 204,7 juta diantaranya pengguna internet aktif. Itu artinya, sekitar 73% masyarakat Indonesia mengakses internet setiap harinya. Diantara 204,7 juta masyarakat Indonesia yang mengakses internet setiap harinya, Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial sebanyak 191,4 juta penduduk, dan pengguna telepon pintar mencapai 2 kalinya jumlah penduduk Indonesia, yakni 370 juta. Angka yang besar ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam meraup keuntungan melalui digital marketing.

Masifnya digitalisasi secara global menggeser tren periklanan dan distribusi konten. Pada era konvensional, periklanan dan distribusi konten bersifat mass-target oriented yang berorientasi pada jumlah massa yang diprioritaskan, namun saat ini bergeser menjadi mass-segment oriented, dimana massa itu tersegmentasi—terkelompok.

Menurut Kevin, digital marketing adalah pilihan yang tepat dalam memasarkan produk pada era masa kini. Ada beberapa argumen yang disampaikan Kevin diantaranya:
1. Hyper targeted: Target yang disasar dapat disesuaikan dan ditargetkan berdasarkan internet habit atau algoritma masing-masing platform yang digunakan
2. Measurable: semua yang dilaksanakan dapat terukur berdasarkan kebutuhan dan objektif yang dilaksanakan;
3. Interactive: Komunikasi yang digunakan di masing-masing platform bisa mendapatkan feedback langsung terhadap implementasinya;
4. Cost effective: Biaya yang digunakan relative efisien dibandingkan implementasi melalui media konvensional.

“Aku merasa, perkembangan media sosial di era teknologi masa kini membuatku terpacu untuk selalu up-to-date dengan perubahan yang dirasakan saat ini. Aku merasa dari pelatihan ini jadi lebih banyak tahu tentang tools-tools yang ada di Internet. Berkembangnya teknologi harus kita kuasai lebih cepat agar kita tidak ketinggalan dan kebingungan dalam beradaptasi,” tutur Arnicha, mahasiswa Program Studi Komunikasi yang menjadi peserta pelatihan. [RF]

© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved