Universitas Pertamina memperkuat kapasitas dosen dalam mengembangkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang relevan dan berdaya dampak melalui “Workshop Penyusunan Proposal PkM Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2027”. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pertamina pada 6 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, tersebut diikuti oleh 50 dosen.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Universitas Pertamina meningkatkan kualitas proposal PkM sekaligus mempersiapkan dosen menghadapi skema pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2027. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak proposal yang kompetitif, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Drs. Ir. Darmono, M.T., IPM., ASEAN Eng., Guru Besar Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Prof. Darmono menekankan pentingnya peningkatan kualitas proposal agar program yang diajukan tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki substansi yang kuat dan peluang lebih besar untuk memperoleh dukungan pendanaan.
“Dengan adanya workshop ini, diharapkan kuantitas dan kualitas proposal yang diajukan oleh sivitas akademika dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu meraih pendanaan dan memberikan dampak sosial yang luas,” ujar Prof. Darmono.
Salah satu fokus workshop adalah menyamakan pemahaman dosen terhadap panduan hibah PkM terbaru. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menyusun proposal secara sistematis, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, merumuskan tujuan, menentukan pendekatan penyelesaian masalah, hingga menyusun indikator keberhasilan program.
Selain pembekalan materi, peserta juga memperoleh pendampingan untuk memperkuat substansi proposal. Melalui proses tersebut, dosen didorong untuk memastikan bahwa program yang dirancang memiliki keterkaitan yang jelas antara permasalahan masyarakat, solusi yang ditawarkan, metode pelaksanaan, serta hasil yang ingin dicapai.
Pendekatan tersebut penting agar kegiatan PkM tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat. Dengan proposal yang disusun berdasarkan kebutuhan dan permasalahan nyata, program yang nantinya memperoleh pendanaan diharapkan dapat memberikan solusi yang relevan sekaligus memiliki potensi keberlanjutan.
Bagi Universitas Pertamina, penguatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Peningkatan kualitas PkM memungkinkan pengetahuan, kompetensi, dan hasil pengembangan keilmuan di lingkungan kampus diterapkan secara lebih luas untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat semangat UPER Berdampak, yang menempatkan kontribusi perguruan tinggi tidak hanya pada ruang akademik, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Melalui program PkM yang dirancang secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan, kompetensi sivitas akademika dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dan memberikan dampak nyata.
Ke depan, Universitas Pertamina terus mendorong peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan kapasitas sivitas akademika, termasuk dalam mengakses dan mengelola skema pendanaan eksternal. Semakin kuat proposal yang dihasilkan, semakin besar pula peluang bagi dosen untuk mengembangkan program PkM yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 Quality Education, khususnya melalui penguatan kapasitas dosen sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Pengembangan kompetensi dalam menyusun proposal PkM juga mendorong pemanfaatan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menghasilkan pembelajaran serta kontribusi yang lebih relevan bagi masyarakat.
Selain itu, keterlibatan narasumber dari perguruan tinggi lain dalam kegiatan berbagi pengetahuan turut mencerminkan semangat SDG 17 Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi. Pada tingkat nasional, upaya peningkatan kualitas SDM dan penguatan kapasitas di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi tersebut turut mendukung Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. [KC]