ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Dorong Kemandirian Desa melalui Pemanfaatan Lampu Surya dan Kompos


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 14 Oktober 2026
Dibaca: 23 kali
Pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Penggunaan energi terbarukan dan pengolahan limbah organik dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Upaya tersebut diwujudkan Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada 25–26 September 2026. Kegiatan ini meliputi sosialisasi energi terbarukan, pemasangan lampu jalan tenaga surya, dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.
Kegiatan ini melibatkan 100 peserta yang terdiri atas warga, aparat desa, mahasiswa, dan dosen Teknik Mesin Universitas Pertamina. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan energi surya dan pengolahan limbah sayuran menjadi pupuk kompos sebagai bagian dari penerapan teknologi tepat guna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi di Balai Desa Sindangjaya. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan energi terbarukan, perawatan sistem solar photovoltaic (PV), dan pembuatan pupuk kompos. Sosialisasi ini menghadirkan dosen Teknik Mesin Universitas Pertamina, yaitu Dr. Fayza Yulia, S.T., M.T., Ir. Khusnun Widiyati, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Ir. Muhammad Akbar Barrinaya, S.T., M.T.
Selain penyampaian materi, tim melaksanakan pemasangan lampu jalan berbasis tenaga surya di sekitar desa. Penerapan ini menjadi sarana pengenalan teknologi energi surya sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna.
Ketua kegiatan, Ir. Byan Wahyu, Ph.D., menegaskan pentingnya penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung kemandirian desa. 
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan teknologi sederhana untuk mendukung kemandirian energi dan pupuk. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung, sementara masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan energi surya dan pengolahan limbah organik. Keberlanjutan manfaat program diharapkan dapat didukung melalui penerapan pengetahuan tersebut dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengenalan dan pemanfaatan energi surya. Pengolahan limbah organik menjadi kompos juga mendukung praktik pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Penerapan teknologi tepat guna ini turut relevan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Penerapan teknologi tepat guna melalui pemanfaatan energi surya dan pengolahan limbah organik menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal.
Sejalan dengan semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Inisiatif di Desa Sindangjaya diharapkan menjadi langkah untuk memperluas pemanfaatan teknologi tepat guna dan mendukung kemandirian desa secara berkelanjutan. [MP]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved