Perubahan teknologi dan tuntutan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan turut mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi sektor energi dapat berjalan secara efektif. Melihat kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) membekali mahasiswa dengan perspektif industri mengenai strategi pengembangan human capital untuk menghadapi perubahan sektor energi.
Perspektif tersebut dibahas dalam kuliah umum Studium Generale Inspiring Lecture bertajuk “Architecting the Future Workforce: Human Capital Transformation for a Sustainable Energy Transition” yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan UPER pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Rini Widiastuti, Supervisor Human Capital Development PT Pertamina, sebagai narasumber, dengan Dr. Gati Annisa Hayu, dosen Program Studi Teknik Sipil UPER, sebagai moderator.
Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring dengan transformasi industri energi. Perkembangan teknologi, perubahan model bisnis, serta agenda transisi energi menuntut tenaga kerja untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan terus mengembangkan kapasitas diri.
Dalam perspektif industri, transformasi human capital menjadi bagian strategis untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang mampu mengikuti perubahan tersebut. Pengembangan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar SDM dapat memahami teknologi baru, merespons dinamika industri, serta mengambil peran dalam perubahan sektor energi.
“Transformasi SDM menjadi faktor penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. Tenaga kerja perlu memiliki kompetensi yang relevan serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan human capital menjadi kunci untuk mempersiapkan SDM yang kompeten dan siap menghadapi perubahan sektor energi,” ujar Rini Widiastuti.
Paparan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa kesiapan memasuki dunia kerja perlu dibangun sejak masa pendidikan. Selain menguasai bidang keilmuan, mahasiswa perlu memahami perkembangan industri dan mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja.
Pemahaman terhadap kebutuhan industri juga dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang pengembangan kompetensi dan arah karier. Dengan mengenali perubahan yang terjadi di sektor energi, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam industri yang semakin membutuhkan talenta dengan kemampuan lintas bidang, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Bagi UPER, penguatan keterhubungan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Melalui kegiatan Studium Generale, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga mendapatkan perspektif langsung mengenai kompetensi dan dinamika yang dihadapi dunia profesional.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat UPER Berdampak, yang mendorong pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri. Dalam konteks transisi energi, penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting untuk memastikan generasi muda memiliki kesiapan pengetahuan, kompetensi, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan sektor energi.
Di sisi lain, pembahasan mengenai kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi sektor energi turut sejalan dengan Asta Cita ke-2 dalam mendorong kemandirian energi sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) tercermin melalui penguatan pemahaman mengenai kebutuhan SDM dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Sementara itu, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) didukung melalui pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu memasuki dunia kerja, beradaptasi dengan perubahan industri, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang produktif.
Dengan mempertemukan perspektif akademik dan kebutuhan industri, UPER terus memperkuat peran pendidikan dalam menyiapkan talenta yang mampu merespons perubahan sektor energi. Pembekalan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun SDM yang kompeten, adaptif, dan siap mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan. [MV]