ID / EN
Berita Energi

Laba Bersih Tumbuh 15,48 Persen, PGE Siap Perluas Manfaat Panas Bumi bagi Masyarakat


Published by: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Selasa, 28 Juli 2026
Dibaca: 7 kali
 
Jakarta, 28 Juli 2026 — Di tengah upaya pemerintah mempercepat transisi energi nasional, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menunjukkan bahwa komitmen terhadap energi bersih dan kinerja bisnis yang sehat bisa berjalan beriringan. Mengacu pada laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, Perseroan menutup kuartal II-2026 dengan pendapatan sebesar US$235,027 juta, tumbuh 14,7 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan US$204,850 juta pada kuartal II-2025.

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan capaian ini menjadi cerminan konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan pendapatan tersebut juga tercermin pada laba bersih Perseroan yang naik 15,48 persen secara tahunan menjadi US$79,607 juta, ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) serta keuntungan selisih kurs yang positif. Hingga semester I-2026, total produksi PGE mencapai 2.745 GWh, meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh. Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Fransetya.

Performa PGE juga menunjukkan tren akselerasi pada kuartal II-2026, dengan laba bersih kuartal I-2026 tercatat US$43,899 juta, yang kemudian bertumbuh signifikan hingga mencapai akumulasi US$79,607 juta pada akhir kuartal II-2026.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan PGE per 30 Juni 2026 tercermin dari sejumlah indikator, sebagai berikut:
- Pendapatan : US$235,027 juta
- Laba Bersih : US$79,607 juta
- Total Aset : US$2,967 miliar
- Ekuitas : US$2,006 miliar
- Kas dan Setara Kas : US$656,634 juta

Dari segi permodalan, ekuitas Perseroan tercatat sebesar US$2,006 miliar pada kuartal II-2026, mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba. Di sisi lain, liabilitas Perseroan justru turun 2,80 persen dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi US$961,184 juta, penurunan yang berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.


Jaga Warisan Energi Nasional Jelang 100 Tahun Panas Bumi

Tahun 2026 menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, warisan energi nasional yang menjadi pengingat pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan panas bumi merupakan pilar strategis energi nasional karena sifatnya yang bersih, andal, dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi.

“Momentum 100 tahun ini adalah pengingat betapa luar biasanya kekayaan alam Nusantara. Seratus tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat. Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama yang mengelola sekitar 70 persen energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami. Bagi saya dan seluruh perwira PGE, satu abad ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk membuktikan bahwa energi bersih nan melimpah yang kita miliki ini siap mendukung ketahanan energi negeri,” ungkap Ahmad Yani.

Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) turut menunjukkan arah yang semakin positif. Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, yang menargetkan porsi EBT mencapai 76 persen, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, Perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah. Dengan mengelola sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, sebagai world leading geothermal producer, PGE juga mencatatkan kinerja unggul dalam aspek keberlanjutan dengan meraih peringkat ESG tertinggi di Indonesia, yakni skor 7,1 dari Sustainalytics. PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved