Berita Energi
Kenalkan Produk Petrokimia, Pertamina Lakukan Pengapalan Perdana Green Coke

Published by: kanalsatu.com 30 May 2022
Di baca: 6 kali
Surabaya – PT Pertamina (Persero) melalui Sub Holding Commercial & Trading yaitu PT Pertamina Patra Niaga dan Sub Holding Shipping yaitu PT Pertamina International Shipping melaksanakan seremoni pengapalan perdana salah satu produk petrokimia Pertamina yaitu Green Coke kepada PT Yosomulyo Jajag.

Vice President Petrochemical Industry Business PT Pertamina Patra Niaga, Oos Kosasih mengatakan, distribusi produk green coke yang sebelumnya menggunakan skema Free On Board (FOB) saat ini diubah menjadi Cost and Freight (CFR).

“Tujuan pengubahan skema ini tentunya untuk meningkatkan kehandalan dan kelancaran operasional distribusi produk greencoke ke End User dalam hal ini PT.Yoso Mulyo Jajag," kata Oos Kosasih saat pengapalan perdana di Surabaya, Senin (30/5/2022).

Selain itu, kegiatan ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi dari PT.Pertamina Patra Niaga dengan PT.Pertamina International Shipping yang tentunya dengan skema CFR ini menjadi portofolio bisnis baru bagi PT. Pertamina Internasional Shipping dan membuka peluang sinergi dan kerjasama dalam distribusi produk Petrochemical yang lainnya ke End User.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komersial dan perniagaan, PT Pertamina Patra Niaga memiliki berbagai macam produk petrokimia seperti green coke, aspal (bitumen), sulfur, prophylene dan lainnya.

“Tentunya produk turunan dari petroleum ini memiliki nilai jual dan kebutuhan yang cukup signifikan untuk kebutuhan industri. Seperti contohnya produk green coke yang digunakan sebagai alternatif bahan bakar karena memiliki kandungan kalori yang tinggi segmentasi industri semen logam dan pembangkit listrik atau digunakan sebagai reduktor dalam proses peleburan timah, alumunium maupun industri yang lainnya” tambah Oos.

Pada kesempatan lain, Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga, Deden Mochamad Idhani mengatakan bahwa produk petrokimia Pertamina Patra Niaga telah memenuhi standar internasional dan digunakan dalam kegiatan industri nasional.

“Di wilayah Jatimbalinus, kami menyalurkan sebanyak 75.000 ton produk green coke pada tahun 2021 kemarin kepada industri logam pengolahan produk alumunium, 175.000 ton produk aspal (bitumen) kepada lebih dari 50 konsumen yang tersebar di Jatimbalinus serta produk LAWS (Low Aromatic White Spirit) sebagai bahan baku industri cat sebanyak 15.000 ton,” ujar Deden. (KS-5)
Thumbnail

Tinggalkan Balasan

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved