Berita Energi
Harga Minyak Lagi-lagi Berpotensi Menguat

Published by: investor.id 14 January 2023
JAKARTA, investor.id – Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak akan di perdagangkan melebar tapi condong menguat pada perdagangan Jumat (13/1/2023). Harga minyak diperkirakan akan diperdagangkan di rentang US$ 76,75 per barel – US81,20 perbarel.

Ibrahim menambahkan, minyak naik sekitar 1% pada kemarin, didukung oleh optimisme atas prospek permintaan Tiongkok dan harapan bahwa data inflasi yang akan datang dari Amerika Serikat akan menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat. Pengimpor minyak utama Tiongkok membuka kembali ekonominya setelah berakhirnya pembatasan Covid-19 yang ketat.

“Hal itu meningkatkan optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan meningkat pada 2023,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (13/1/2023).
Analis dan komisaris  PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengatakan, pendaratan yang lebih lembut untuk AS, dan mungkin di tempat lain.

Dikombinasikan dengan pemulihan ekonomi yang kuat di Tiongkok setelah gelombang Covid saat ini dapat menghasilkan tahun yang jauh lebih baik daripada yang ditakuti. “Serta, merangsang permintaan minyak mentah tambahan," jelas Vandy.

Data IHK AS akan berdampak besar pada minyak dan pasar yang lebih luas dengan membentuk ekspektasi kecepatan kenaikan suku bunga di ekonomi terbesar dunia. "Suasananya benar-benar optimis tetapi mari kita ingat: itu bisa berubah buruk secepat membaik jika tekanan inflasi terbukti mengakar," kata Vandy.

Ekonom memperkirakan kenaikan harga konsumen inti AS telah melambat ke laju tahunan sebesar 5,7% pada bulan Desember, dibandingkan 6% sebulan sebelumnya. Inflasi utama bulan ke bulan terlihat di nol. Pasar juga bersiap untuk pembatasan tambahan pada pasokan minyak Rusia karena sanksi atas invasi ke Ukraina.

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan larangan UE yang akan datang atas impor produk minyak bumi melalui laut dari Rusia pada 5 Februari bisa lebih mengganggu daripada larangan UE atas impor minyak mentah melalui laut dari Rusia yang diterapkan pada Desember 2022.

© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved