ID / EN
Berita Kampus

Hadapi Perubahan Teknologi, Universitas Pertamina Dorong Pembelajaran yang Transformatif


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 15 Oktober 2026
Dibaca: 20 kali
Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan mengembangkan solusi atas berbagai tantangan. Transformasi pembelajaran menjadi semakin penting agar pendidikan tinggi mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Studium Generale Inspiring Lecture bertajuk “Pembelajaran Transformatif dan Peran Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan SDM Unggul” yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina (UPER), Selasa, 29 September 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium Griya Legita UPER tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., sebagai narasumber utama.

Di hadapan mahasiswa dari berbagai Program Studi yang mengikuti mata kuliah Studium Generale, Prof. Ahmad Najib Burhani menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi dalam merespons dinamika global dan perkembangan teknologi. Menurutnya, mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai individu yang mampu mengolah pengetahuan, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan gagasan dan solusi.

“Pendidikan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh ilmu, tetapi ruang untuk membentuk manusia yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberi dampak bagi masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk merespons perubahan, mengembangkan gagasan, dan mengubah pengetahuan yang dimiliki menjadi solusi bagi berbagai tantangan.” 

Pesan tersebut menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan nonakademik. Kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta integritas menjadi bagian penting dari kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menghadapi ketidakpastian dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Teknik Perminyakan, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Logistik, hingga Manajemen dan Komunikasi Universitas Pertamina tidak hanya dituntut memahami keilmuan masing-masing, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan persoalan nyata yang berkembang di masyarakat dan industri.

Melalui Studium Generale, mahasiswa UPER memperoleh kesempatan untuk melihat pendidikan tinggi dari perspektif yang lebih luas, termasuk keterkaitannya dengan arah pengembangan sains, teknologi, dan sumber daya manusia di tingkat nasional. Kehadiran pimpinan kementerian dalam forum akademik juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kompetensi masa depan tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kemampuan untuk membaca perubahan dan meresponsnya secara adaptif.

Pembelajaran transformatif tersebut sejalan dengan Asta Cita, khususnya agenda penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta peran pemuda. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai ruang pengembangan talenta yang mampu menjembatani pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan pembangunan nasional.

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berpikir terbuka, berinovasi, dan mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Penyelenggaraan Studium Generale ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran yang inklusif, transformatif, dan mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa. Upaya tersebut turut berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Bagi Universitas Pertamina, penguatan kompetensi mahasiswa merupakan bagian dari upaya mewujudkan semangat UPER Berdampak. Interaksi langsung antara mahasiswa dengan pemangku kebijakan nasional menjadi salah satu bentuk perluasan ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa memperoleh perspektif di luar pembelajaran akademik sekaligus memahami tantangan pembangunan secara lebih komprehensif.

Melalui pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan masyarakat, Universitas Pertamina terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi SDM unggul yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan solusi serta dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. [RF]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved