ID / EN
Berita Kampus

Dosen Universitas Pertamina Soroti Pentingnya Memilih UKM secara Strategis untuk Pengembangan Diri Mahasiswa


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 27 Oktober 2026
Dibaca: 7 kali
Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan aktivitas di luar kegiatan perkuliahan. Organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas.
Namun, banyaknya pilihan kegiatan kemahasiswaan juga membuat mahasiswa perlu lebih cermat dalam menentukan aktivitas yang ingin diikuti. Alih-alih mengikuti berbagai kegiatan tanpa arah, mahasiswa perlu memahami kemampuan apa yang ingin dikembangkan dan bagaimana pengalaman tersebut dapat mendukung tujuan mereka selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Pandangan tersebut disampaikan Dosen Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina sekaligus pembina UKM Pers Mahasiswa PERISAI UPER, Dr. Mohammad Ichlas El Qudsi, S.Si., M.Si., yang akrab disapa Micel, dalam rangkaian UKM FAIR 2026 Universitas Pertamina. Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri apabila mahasiswa mampu memilih dan menjalaninya secara terarah.
“Harapannya mahasiswa dapat mengikuti UKM Fair dengan serius dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Mahasiswa perlu mengenali minat dan potensi dirinya, kemudian memilih UKM atau program yang sesuai untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dengan begitu, UKM Fair tidak hanya menjadi ajang pengenalan organisasi, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Micel, proses memilih UKM sebaiknya diawali dengan pemetaan terhadap kebutuhan pengembangan diri. Mahasiswa dapat mempertimbangkan kemampuan yang sudah dimiliki, keterampilan yang masih perlu diperkuat, hingga pengalaman yang ingin diperoleh selama menjalani masa studi.
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa menjadikan aktivitas organisasi sebagai bagian dari rencana pengembangan diri, bukan sekadar kegiatan tambahan di luar perkuliahan. Misalnya, mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi dapat memilih kegiatan yang memberikan ruang untuk berbicara di depan publik, sementara mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan kepemimpinan dapat mengambil peran dalam kepanitiaan atau organisasi.
Selain mempertimbangkan minat, mahasiswa juga perlu memperhatikan kapasitas dan tanggung jawab akademiknya. Keterlibatan dalam organisasi tidak harus dilakukan secara berlebihan. Memilih satu atau dua kegiatan yang sesuai dengan prioritas justru dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjalani proses belajar secara lebih optimal dan konsisten.
“Mahasiswa juga perlu menyusun rencana personal sebelum memilih organisasi. Dengan mengenali kemampuan dan potensi yang ingin dikembangkan, mahasiswa dapat menentukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya,” tambahnya.
Dari perspektif pembelajaran, pengalaman di UKM dapat menjadi pelengkap terhadap kompetensi yang diperoleh mahasiswa melalui perkuliahan. Jika ruang kelas memberikan kesempatan untuk memahami konsep dan teori, kegiatan organisasi memungkinkan mahasiswa berhadapan dengan situasi yang membutuhkan komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan, serta penyelesaian masalah secara langsung.
Pengalaman tersebut menjadi semakin relevan ketika mahasiswa memasuki dunia profesional. Kemampuan bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan berbagai pihak, mengelola tanggung jawab, hingga beradaptasi dengan situasi baru merupakan keterampilan yang dapat terbentuk melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Karena itu, UKM FAIR 2026 tidak hanya dapat dipandang sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai pilihan organisasi kepada mahasiswa. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai menentukan pengalaman seperti apa yang ingin mereka bangun selama berada di perguruan tinggi.
Pengembangan kompetensi melalui aktivitas nonakademik tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendukung kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Upaya tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam semangat UPER Berdampak, Universitas Pertamina terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran yang tersedia, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Melalui pengalaman yang dipilih secara sadar dan dijalani secara konsisten, aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam membangun kompetensi, mengenali potensinya, dan mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dengan demikian, pilihan terhadap UKM bukan semata-mata tentang kegiatan apa yang paling menarik untuk diikuti, tetapi juga tentang pengalaman apa yang dapat memberikan nilai bagi perkembangan diri mahasiswa. [AN]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved