Berita Energi
Atasi Krisis Energi, Komite Perubahan Iklim Inggris Usul Pemanfaatan Tenaga Angin

Published by: IDN Times 19 September 2022
DXChannel - Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, berencana mendorong peningkatan produksi gas di Inggris demi menurunkan harga energi sebagai bagian dari upaya menangani krisis energi yang terjadi.

Namun, rencana tersebut ditentang oleh penasihat iklim dan infrastruktur independen pemerintah yang menilai bahwa cadangan gas yang dimiliki terlalu kecil untuk dapat memengaruhi harga konsumen lewat peningkatan produksi.

Karenanya, yang perlu dilakukan bukan meningkatkan produksi, melainkan justru penurunan permintaan energi dari konsumen dan bisnis. Pendapat tersebut disampaikan oleh pimpinan Komite Perubahan Iklim dan Komisi Infrastruktur Nasional Inggris, yaitu Lord Deben dan Sir John Armitt, lewat surat teguran resminya yang disampaikan kepada Truss.

“Inggris tidak dapat mengatasi krisis ini hanya dengan meningkatkan produksi gas alamnya. Produksi bahan bakar fosil dalam negeri yang lebih besar dapat meningkatkan ketahanan energi, khususnya musim dingin ini,” ujar Lord Deben dan Sir John Armitt, sebagaimana dikutip The Guardian, Rabu (7/9/2022).

Menurut Lord Deben dan Sir John Armitt, keamanan energi dan upaya mengurangi paparan Inggris terhadap harga bahan bakar fosil yang bergejolak membutuhkan kebijakan kuat yang mengurangi pemborosan energi di seluruh perekonomian dan meningkatkan produksi domestik energi rendah karbon yang murah dan aman.

Dengan mengupayakan penurunan permintaan gas ini, maka diperlukan adanya kebijakan isolasi rumah, mewajibkan badan publik mengefisiensi energi bangunan, dan meningkatkan energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya. 

“Energi terbarukan adalah bentuk pembangkit listrik termurah. Angin darat dan matahari memiliki potensi untuk dikerahkan paling cepat dan dengan demikian mengurangi ketergantungan kita pada gas alam lebih cepat,” ungkap keduanya.

Komite Perubahan Iklim mengatakan bahwa pada awal tahun ini peningkatan produksi gas di Laut Utara tidak akan mungkin bisa menurunkan harga gas, malahan justru dapat menghambat target Inggris untuk mencapai nol emisi pada 2050 mendatang.

“Kebijakan terbaik bagi konsumen adalah mendukung ketahanan energi yang langgeng dan sistem energi rendah karbon dan berbiaya rendah. Analisis independen dari organisasi kami masing-masing adalah bahwa ini akan memberikan pengembalian investasi jangka panjang dan membuat Inggris berada di jalur menuju kemakmuran," tulis keduanya, dalam surat teguran yang disampaikan untuk Truss. (TSA)

Penulis: Ribka Christiana
© 2021 Universitas Pertamina.
All Rights Reserved