Transformasi industri energi dan perkembangan teknologi global mendorong meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan industri masa depan. Laporan Renewable Energy and Jobs: Annual Review 2025 mencatat sebanyak 16,6 juta orang bekerja di sektor green jobs pada 2024, meningkat dibandingkan 16,2 juta pekerjaan pada 2023 (IRENA, 2025).
Sektor solar photovoltaic (PV) menjadi penyumbang terbesar dengan 7,2 juta pekerjaan, diikuti bioenergi cair sebanyak 2,6 juta pekerjaan, serta tenaga air dan energi angin masing-masing 2,3 juta dan 1,9 juta pekerjaan (IRENA, 2025). Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri energi masa depan tidak hanya membutuhkan penguasaan teknis, tetapi juga kesiapan generasi muda dalam menghadapi transisi energi dan perkembangan teknologi berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta pada sektor energi dan green jobs, pemahaman generasi muda terhadap dinamika industri energi menjadi semakin penting untuk dibangun sejak dini. Melalui program UPER Goes to Kilang RU V Balikpapan, Universitas Pertamina menghadirkan ruang interaksi bagi siswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan industri energi, tantangan transisi energi, serta peluang kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.
Kegiatan yang berlangsung pada 16 April 2026 di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Kalimantan Timur, ini diikuti sekitar 130 siswa SMA dan 11 guru. Program yang diselenggarakan oleh tim Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia industri energi sekaligus membuka wawasan siswa terhadap peluang pendidikan dan karier di sektor strategis nasional.
Kegiatan dikemas melalui dua rangkaian utama, yaitu sesi sosialisasi kampus dan talkshow bertema “Dari Kampus ke Kilang: Menyiapkan Generasi Muda untuk Industri Energi Masa Depan”. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh perspektif langsung dari dunia industri dan akademik mengenai tantangan serta kebutuhan kompetensi di sektor energi saat ini.
Manager Engineering & Development PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Febrian Dwi Prastyo, menegaskan bahwa perkembangan industri energi menuntut kesiapan generasi muda untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang semakin dinamis.
“Dunia industri energi tidak hanya membutuhkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan dan kemampuan beradaptasi. Itu yang perlu mulai dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Selain memperoleh pemahaman mengenai industri migas, peserta juga diajak mengenali pentingnya pengembangan kompetensi sejak dini sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Narasumber dari Universitas Pertamina menjelaskan bahwa kesiapan karier tidak hanya ditentukan oleh pilihan jurusan, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan, pengalaman, dan pola pikir adaptif selama masa perkuliahan.
Dr. Tegar Nurwahyu Wijaya, M.Si., selaku Manajer Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Universitas Pertamina, menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kesiapan mental dan kemampuan belajar berkelanjutan untuk menghadapi transformasi industri energi.
“Industri energi akan terus berubah. Tapi satu hal tetap sama: dunia selalu butuh orang-orang yang mau belajar, siap bekerja keras, dan berani bertumbuh,” ujarnya.
Interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung mendorong siswa untuk lebih memahami dinamika sektor energi sekaligus melihat peluang pengembangan diri di bidang tersebut. Tidak sedikit peserta yang mulai mengenal bahwa industri energi memiliki cakupan luas, mulai dari teknologi, keberlanjutan, hingga inovasi yang berperan penting dalam pembangunan nasional.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina tidak hanya menghadirkan sosialisasi pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Program ini diharapkan mampu membangun perspektif baru generasi muda terhadap sektor energi sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan industri masa depan.