Industri logistik saat ini tidak lagi hanya mengandalkan armada dan jaringan distribusi. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan bisnis.
Untuk memperkenalkan perkembangan tersebut, Universitas Pertamina bekerja sama dengan Logisly menghadirkan seminar Smart Logistics & Productivity Hacks bertajuk "Logisly Goes to Campus" pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Universitas Pertamina.
Kegiatan yang diikuti sekitar 77 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Universitas Pertamina ini menghadirkan Robbi Baskoro, Chief Technology Officer Logisly, dan Joseph Lie, CEO Office Manager Logisly, sebagai narasumber. Seminar ini bertujuan memperkenalkan perkembangan teknologi logistik digital sekaligus membekali peserta dengan wawasan industri dan keterampilan produktivitas yang relevan untuk dunia kerja.
Pada sesi pertama, Robbi Baskoro membahas transformasi digital yang tengah berlangsung di industri logistik, termasuk pemanfaatan teknologi dan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional. Peserta diajak memahami bagaimana inovasi digital membantu perusahaan logistik mengoptimalkan proses bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta mempercepat pengambilan keputusan.
“Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan memungkinkan proses pencocokan antara shipper dan transporter berjalan lebih cepat, sekaligus mendukung efisiensi operasional melalui optimalisasi rute dan pengurangan perjalanan kosong,” ujar Robbi.
Selain membahas teknologi dan AI, Robbi juga menjelaskan kontribusi sektor logistik terhadap upaya keberlanjutan. Melalui berbagai inovasi digital, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pengemudi sekaligus mendorong operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pada sesi berikutnya, Joseph Lie membawakan materi Productivity Hacks yang berfokus pada pengelolaan waktu dan peningkatan produktivitas individu. Ia memperkenalkan metode Eisenhower Matrix sebagai alat untuk menentukan prioritas pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya.
Peserta juga diajak mempraktikkan teknik time blocking untuk menyusun rencana kerja mingguan secara lebih terstruktur. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dan alumni memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kemampuan mengelola waktu sebagai bekal menghadapi tantangan dunia profesional.
“Manajemen waktu yang efektif dimulai dari kemampuan menentukan prioritas. Dengan perencanaan yang terstruktur, setiap individu dapat meningkatkan fokus dan produktivitas dalam aktivitas sehari-hari,” jelas Joseph.
Tidak hanya menghadirkan sesi berbagi wawasan industri, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan karier bagi peserta. Logisly menyelenggarakan walk in interview yang ditujukan bagi alumni Universitas Pertamina yang tertarik berkarier di perusahaan tersebut. Kesempatan ini memberikan akses langsung bagi para lulusan untuk mengenal budaya kerja perusahaan sekaligus mengeksplorasi peluang karier di industri logistik yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri guna membekali mahasiswa dan alumni dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesiapan kerja lulusan, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam industri logistik. [MP]